Wednesday, 2 July 2014

Kali ini kita akan membahas tentang Perlawanan Rakyat Maluku yang dipimpin oleh Thomas Matulessi (1817). Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Perlawanan Rakyat Maluku yang dipimpin oleh Thomas Matulessi (1817)

Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas adalah provinsi yang ada di Indonesia. Lintasan sejarah Maluku yang panjang tidak terlepas dari perlawanan rakyatnya melawan penjajahan bangsa Belanda. Peralawanan rakyat Maluku dipimpin oleh Thomas Matulessi (Pattimura). Pada tanggal 16 Mei 1817 rakyat Maluku menyerbu dan merbut benteng Duurstede di Singapura. Dalam perjuangan ini Pattimura dibantu oleh Anthonie Reebok, Christina Martha Tiahahu, Philip Latumahina, dan Kapitan Said Printah. pada tanggal 15 Oktober 1817 pasukan Belanda dikerahkan secara besar besaran dan berhasil menangkap pemimpin perlawanan rakyat termasuk Pattimura. Perlawanan Maluku berakhir pada tanggal 16 Desember  1817 setelah Pattimura dihukum gantung.


Perlawanan Rakyat Maluku
Pattimura
Latar belakang timbulnya perlawanan Pattimura, di samping adanya tekanan-tekanan yang berat di bidang ekonomi sejak kekuasaan VOC juga dikarenakan hal sebagai berikut.

  1. Sebab ekonomis, yakni adanya tindakan-tindakan pemerintah Belanda yang memperberat kehidupan rakyat, seperti sistem penyerahan secara paksa, kewajiban kerja blandong, penyerahan atap dan gaba-gaba, penyerahan ikan asin, dendeng dan kopi. Selain itu, beredarnya uang kertas yang menyebabkan rakyat Maluku tidak dapat menggunakannya untuk keperluan sehari-hari sebab belum terbiasa.
  2. Sebab psikologis, yaitu adanya pemecatan guru-guru sekolah akibat pengurangan sekolah dan gereja, serta pengiriman orang-orang Maluku untuk dinas militer ke Batavia. Hal-hal itu di atas adalah tindakan penindasan pemerintah Belanda pada rakyat Maluku.

Perlawanan Rakyat MalukuOleh sebab itu, rakyat Maluku bangkit dan berjuang melawan imperialisme Belanda. Aksi perlawanan meletus pada tanggal 15 Mei 1817 dengan menyerang Benteng Duurstede di Saparua.

Setelah terjadi pertempuran sengit, akhirnya Benteng Duurstede jatuh ke tangan rakyat Maluku di bawah pimpinan Pattimura. Banyak korban di pihak Belanda termasuk Residen Belanda, Van den Berg ikut terbunuh dalam pertempuran.

Kemenangan atas pemerintah kolonial Belanda memperbesar semangat perlawanan rakyat sehingga perlawanan meluas ke Ambon, Seram dan pulau-pulau lain. Di Hitu perlawanan rakyat muncul pada permulaan bulan Juni 1817 di bawah pimpinan Ulupaha. Rakyat Haruku di bawah pimpinan Kapten Lucas Selano, Aron dan Patti Saba.

Situasi pertempuran berbalik setelah datangnya bala pertolongan dari Batavia di bawah pimpinan Buyskes. Pasukan Belanda terus mengadakan penggempuran dan berhasil menguasai kembali daerah-daerah Maluku. Perlawanan semakin mereda setelah banyak para pemimpin tertawan, seperti Thomas Matulessi (Pattimura), Anthonie Rhebok, Thomas Pattiweal, Lucas Latumahina, dan Johanes Matulessi.

Dalam perlawanan ini juga muncul tokoh wanita yakni Christina Martha Tiahahu. Sebagai pahlawan rakyat yang tertindas oleh penjajah. Tepat pada tanggal 16 Desember 1817, Thomas Matulessi dan kawan-kawan seperjuangannya menjalani hukuman mati di tiang gantungan.

 
Pertanyaan :
1. Siapakah yang memimpin perlawanan rakyat Maluku ?
2. Tanggal berapakah rakyat maluku mulai melakukan perlawanan ?




No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.