Wednesday, 6 August 2014

Kali ini kita akan membahas tentang Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi

Materi SMP kelas 8 : Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi

Jika kalian ingin mendalami materi Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Transportasi, baca disini.
Jika kalian ingin mendalami materi Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Komunkasi, baca disini.


Keunggulan lokasi Indonesia meliputi tiga hal, yaitu: (1) keunggulan iklim, (2) keunggulan geostrategis, dan (3) keunggulan tanah. Ketiga keunggulan lokasi yang dimiliki Indonesia tersebut, akan berdampak pada kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Sebelum kita memahami tentang pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan ekonomi, terlebih dahulu kita harus memahami tentang kegiatan ekonomi.

Kegiatan Ekonomi


Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat, ada tiga yaitu: (1) produksi, (2) distribusi, dan (3) konsumsi. Ketiga kegiatan tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dan saling bergantung. Mata rantai dari ketiga kegiatan ekonomi tersebut  dapat kita pahami dengan cara membaca uraian berikut. Produksi memerlukan adanya distribusi dan konsumsi, dengan kata lain, kegiatan produksi tanpa kegiatan distribusi dan konsumsi, tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Kegiatan distribusi tidak mungkin ada, tanpa adanya barang yang diproduksi dan yang mengonsumsi barang tersebut. Kegiatan konsumsi tidak akan tercapai jika tidak ada yang memproduksi barang dan yang mendistribusikan barang tersebut.
Ketiga mata rantai kegiatan ekonomi, dapat digambarkan seperti dibawah ini

Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi
mata rantai kegiatan ekonomi

Setelah kita memahami tentang keterkaitan antara produksi, distribusi, dan konsumsi, kita perlu juga memahami tentang pengertian dari masing-masing kegiatan ekonomi, yaitu: produksi, distribusi, dan konsumsi.

1)  Kegiatan Produksi
Apa yang dimaksud dengan kegiatan produksi ? Produksi sering diartikan sebagai : membuat barang. Produksi mengandung makna yang lebih luas. Untuk memahami tentang produksi, baca uraian berikut.

Setiap saat manusia memerlukan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Barang dan jasa, tidak akan dapat tersedia dengan sendirinya, tetapi harus dibuat terlebih dahulu. Mobil dibuat oleh pabrik perakitan mobil, padi ditanam oleh petani, dan jasa pengobatan dilayani oleh dokter, bidan, atau mentri. Kegiatan yang dilakukan oleh pabrik perakitan mobil, petani, nelayan, dan dokter, adalah contoh dari produksi. Mobil, ikan, padi, dan jasa pengobatan yang dihasilkan, memberikan manfaat bagi manusia. Produksi dalam arti sempit, dapat diartikan sebagai: kegiatan yang menghasilkan atau menciptakan barang dan jasa.

Petani menghasilkan padi dan ketela juga merupakan kegiatan produksi. Tepung ketela digunakan oleh pabrik roti untuk menghasilkan roti. Perubahan tepung ketela menjadi sebuah roti mengalami perubahan bentuk maupun kegunaannya. Ketela dalam bentuknya yang asli memiliki kegunaan yang relatif lebih sedikit dibanding setelah menjadi roti. Dengan kata lain roti akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi manusia dibanding tepung ketela. Kegiatan pabrik roti yang merubah tepung ketela menjadi roti juga termasuk dalam kegiatan produksi. Kegiatan produksi tidak sekadar menciptakan manfaat suatu barang tetapi juga menambah daya guna suatu barang. 

Dalam arti luas kegiatan produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh: Delanggu, daerah di Cianjur adalah penghasil beras yang kualitasnya termasuk baik. Beras yang ada di daerah tersebut nilai kegunaannya tidak terlalu besar karena hasil produksinya melebihi yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah itu. Hal ini mengakibatkan harga beras di daerah tersebut menjadi relatif lebih murah jika dibandingkan dengan daerah lain yang kondisi tanahnya tidak memunginkan untuk usaha pertanian padi. Nah, jika beras yang dihasilkan di daerah Delanggu dan Cianjur dibawa ke Jakarta maka nilai kegunaan beras tersebut akan lebih tinggi, karena yang membutuhkan beras di Jakarta relatif lebih banyak. Hal ini mengakibatkan harga beras di Jakarta menjadi lebih tinggi. Kegiatan memindahkan beras dari Delanggu ke Jakarta juga termasuk kegiatan produksi.

Setelah kalian memahami tentang pengertian produksi,kalian dapat mempelajari tentang faktor- faktor produksi pada uraian berikut. Sebagai contoh : Ketika kita hendak menjahitkan baju seragam sekolahmu pada tukang jahit, tentu kita harus membawa bahan kain seragam yang akan dijahit. Selain bahan kain seragam, untuk menjahit kain seragam sekolah masih diperlukan juga bahan dan alat yang lain misalnya, benang jahit, mesin jahit, dan yang tidak kalah pentingnya adalah ketrampilan menjahit si tukang jahit itu sendiri. Bahan kain seragam, benang jahit, mesin jahit, dan jasa si tukang jahit, sering disebut sebagai faktor produksi. Nah, dari contoh di atas, apakah kalian sudah dapat memahami apa itu faktor produksi? Jawabnya tentu sudah.Kalau belum, baca dan cermati lagi dari atas.

Faktor produksi merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menciptakan atau menambahkan kegunaan suatu barang atau jasa. Pelaku kegiatan produksi, disebut produsen. Dalam contoh di atas petani adalah produsen padi dan ketela, nelayan adalah produsen ikan, perusahan roti adalah produsen roti dan dokter adalah produsen jasa pengobatan. Nah, perlu kalian ketahui bahwa roti yang dihasilkan perusahaan roti tidak akan bermakna sebelum sampai ke tangan konsumen, karena perusahaan roti tidak akan mendapatkan pendapatan sebelum rotinya dibeli oleh konsumen. Jika ikan tidak dibeli oleh konsumen maka nelayan tidak akan bisa melakukan aktivitas produksi secara berkelanjutan. Agar  ikan sampai ke tangan konsumen maka diperlukan kegiatan distribusi.

2)  Kegiatan Distribusi
Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani antara dua kegiatan, yaitu  produksi dan kegiatan konsumsi. Walaupun dalam kenyataan sehari-hari, penyaluran barang dari produsen kepada konsumen memang tidak selalu harus melalui distributor.

Barang yang dihasilkan oleh produsen, akan bermanfaat dan dapat dikonsumsi oleh konsumen, jika barang tersebut dapat disalurkan. Semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang-barang dan jasa dari produsen ke konsumen, disebut "Distribusi", atau "Saluran Distribusi", kadang-kadang juga disebut dengan "Saluran Perdagangan".

Saluran distribusi merupakan lembaga atau individu yang menjalankan kegiatan khusus pada bidang distribusi. Pelaku distribusi yang disebutkan di atas, dapat berupa agen, pedagang besar, pengecer dan distributor industri apabila pasarnya industri. Secara umum distributor memegang peranan penting dalam menjaga stabilisasi harga. Kelancaran barang sampai pada pasar atau konsumen diharapkan dapat dilakukan oleh para distributor. Jika suatu ketika barang yang didistribusikan mengalami hambatan, baik disengaja atau tidak, maka dampaknya adalah terjadinya kelangkaan atau tidak tersedianya barang di pasar dan mengakibatkan harga barang menjadi naik.

3)   Kegiatan Konsumsi
Dalam uraian materi sebelumnya, telah dipaparkan bahwa produksi dan distribusi, tidak bisa berjalan kalau barang atau jasa yang telah diproduksi oleh produsen tidak ada konsumen yang mengonsumsinya. Oleh karena itu, kita perlu memahami juga tentang pengertian konsumsi. Untuk dapat memahami pengertian tentang konsumsi dengan jelas, baca uraian materi berikut.

Kebutuhan hidup seseorang, tak selalu sama dengan kebutuhan hidup orang yang lain. Kebutuhan seorang pelajar, tentu akan berbeda dengan kebutuhan seorang guru. Kebutuhan seorang petani, tentu akan berbeda dengan kebutuhan seorang nelayan.


Kedua kegiatan konsumsi di atas, merupakan contoh kegiatan dalam mengonsumsi barang. Selain mengonsumsi barang, manusia juga mengonsumsi jasa. Contoh kegiatan mengonsumsi jasa, misalnya : Fahmi pergi ke dokter, Syahmi memotong rambut ke salon, Rizki menjahitkan baju ke penjahit.

Pihak yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Konsumen tidak harus selalu berupa manusia yang bertindak sebagai makhluk individu. Organisasi perusahaan dan pemerintah juga melakukan kegiatan konsumsi, sehingga keduanya juga disebut konsumen. Konsumen harus mengeluarkan sejumlah pengorbanan tertentu untuk melakukan kegiatan konsumsi. Pengorbanan yang harus dikeluarkan itu lebih dikenal dengan istilah pengeluaran konsumsi. Ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh konsumen. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:

a) Penghasilan
Seseorang perlu memiliki penghasilan untuk melakukan kegiatan konsumsi. Penghasilan tersebut kemudian digunakan untuk membeli barang dan jasa yang tidak bisa diproduksi sendiri. Semakin besar penghasilan seorang konsumen maka kemampuan konsumen tersebut melakukan pengeluaran konsumsi juga akan semakin besar.

b) Selera
Keputusan seseorang konsumen untuk mengonsumsi suatu barang atau jasa sangat ditentukan oleh selera konsuman yang bersangkutan. Bila seseorang sangat menyukai suatu barang, maka dia akan dengan senang hati membeli barang tersebut. Sebaliknya jika dia tidak menyukainya, maka mustahil dia akan bersedia mengeluarkan uang untuk membelinya.

c) Adat Istiadat
Adat istiadat adalah perilaku turun menurun yang diyakini masyarakat harus dilakukan. Sebagai contoh dalam masyarakat Jawa, peristiwa kelahiran seorang bayi selalu disertai serangkaian upacara adat yang dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai beberapa bulan setelah bayi tersebut dilahirkan. Contoh lain, pada masyarakat Bali dikenal upacara Ngaben, yaitu upacara pembakaran mayat bagi kerabat yang meninggal dunia. Upacara-upacara adat tersebut tentu saja membutuhkan biaya yang cukup banyak. Jadi semakin banyak upacara adat yang diyakini oleh masyarakat tertentu, maka akan semakin banyak juga pengeluaran yang dilakukan masyarakat tersebut.

d) Mode
Istilah mode terkait dengan sesuatu hal yang sedang hangat terjadi dalam masyarakat. Mode sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat, terutama di perkotaan. Pada umumnya yang paling mudah terpengaruh oleh mode adalah kalangan remaja. Remaja akan merasa ketinggalan jaman apabila tidak mengikuti mode yang terbaru. Sementara itu untuk bisa mengikuti mode terkini, diperlukan pengeluaran konsumsi yang lebih besar.

e) Demonstration Effect
Seringkali kita temui seseorang mengonsumsi barang atau jasa tanpa memperhitungkan apakah ia benar-benar memerlukan barang tersebut. Ia membelinya sekadar karena khawatir dianggap kalah atau lebih rendah daripada orang lain yang juga telah mengonsumsinya. Contoh: Ibu Ani membeli smartphone, karena melihat tetangganya juga membelinya, padahal smartphone bukanlah kebutuhan mendesak bagi Ibu Ani.

f) Iklan
Iklan sangat berpengaruh terhadap pola konsumsi seseorang. Ada pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Seseorang akan tergoda mengonsumsi suatu barang tertentu karena ia mengenal atau mengetahui barang tersebut. Agar konsumen mengenal barang produksinya, maka produsen biasanya mengiklankan produk tersebut. Semakin banyak dan gencar iklan dilakukan, maka diharapkan akan semakin besar pula pengaruhnya terhadap pola konsumsi masyarakat.

g) Prakiraan harga
Prakiraan harga di masa mendatang sangat mempengaruhi pengambilan keputusan untuk pengeluaran konsumsi. Bila konsumen berharap bahwa harga suatu barang akan naik di masa mendatang, maka ia akan cenderung membeli saat ini sebelum harganya benar-benar naik. Sebaliknya bila konsumen memprediksi bahwa harga suatu barang akan turun di masa mendatang, maka ia akan menunda pengeluaran konsumsinya menunggu sampai harga barang tersebut benar-benar turun. Contoh: Ketika pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan harga bbm, maka masyarakat akan beramai-ramai membeli bensin sebelum harganya benar-benar naik.

Beberapa faktor tersebut merupakan faktor yang menentukan pengeluaran konsumsi seseorang. Sebaiknya kita sebagai konsumen melakukan kegiatan konsumsi dengan bijaksana. Hanya mengonsumsi barang atau jasa yang benar-benar dibutuhkan, sehingga pengeluaran konsumsi yang dilakukan bukan merupakan suatu pemborosan.

a. Pengaruh Keunggulan Iklim terhadap Kegiatan Ekonomi


Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi
Gambar suasana musim dingin
Indonesia memiliki iklim muson tropis. Keunggulan dari iklim muson tropis di suatu daerah adalah adanya hujan yang cukup (curah hujan tidak terlalu besar), kondisi suhunya normal (tidak terlalu panas atau dingin), serta adanya musim hujan dan kemarau. Kondisi ini akan menyebabkan manusia dapat melakukan kegiatan ekonomi sepanjang tahun. Contohnya, petani dapat melakukan produksi dengan menanam padi sepanjang tahun. Padi yang dihasilkan petani, akan digiling menjadi beras dan akan didistribusikan oleh distributor kepada konsumen untuk dikonsumsi. Contoh lainnya, pedagang dapat berdagang sepanjang tahun, dokter dapat melakukan pekerjaannya sebagai dokter sepanjang tahun.

Indonesia tidak mengenal musim dingin, coba perhatikan gambar suasana musim dingin di bawah ini, bisa kalian bayangkan betapa sulitnya melaksanakan kegiatan-kegiatan ekonomi pada musim dingin.

 

b. Pengaruh Keunggulan Geostrategis terhadap Kegiatan Ekonomi

Keunggulan geostrategis Indonesia adalah berkaitan dengan letaknya yang berada diantara dua benua, yakni: Benua Asia dan ustralia, serta terletak diantara dua samudera, yakni: Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi tersebut akan menyebabkan perdagangan bangsa-bangsa Asia dan Australia, akan selalu melewati wilayah Indonesia. Hal ini akan menyebabkan terjadinya pengembangan perdagangan di Indonesia. Hal ini juga menyebabkan terjadinya kegiatan ekonomi di Indonesia terkait dengan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Untuk menjelaskan hal tersebut, kita simak uraian berikut.
Komoditas perdagangan yang dihasilkan bangsa Indonesia yang berupa hasil bumi seperti rempah-rempah, diincar oleh bangsa-bangsa Barat pada masa lalu. Berbagai hasil bumi Indonesia, tidak hanya menjadi konsumsi bangsa-bangsa Asia, tetapi juga menjadi salah satu incaran bangsa-bangsa Barat. Rempah-rempah adalah salah satu komoditas penting, yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat bangsa-bangsa Eropa.

Kita sudah mengetahui, betapa pentingnya rempah-rempah bagi bangsa-bangsa Eropa. Pada mulanya, bangsa-bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah Indonesia melalui para pedagang Arab. Para pedagang bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah dari para pedagang Asia, disekitar negara Turki. kita tentu dapat memberikan alasan, harga rempah-rempah ditempat tersebut sudah mahal, karena para pedagang Asia sudah mengambil keuntungan. Selanjutnya oleh para pedagang Eropa, rempah-rempah tersebut dijual di pasar Eropa, yang tentu harganya sudah menjadi sangat mahal. Alasan itulah yang menyebabkan bangsa Eropa berkeinginan untuk menguasai kekayaan rempah-rempah Indonesia agar memperoleh keuntungan yang besar.

Jauh sebelum abad XV, Indonesia telah menjadi pusat perdagangan dunia. Kerajaan Sriwijaya merupakan terminal penting bagi para pelaut Asia. Para pedagang Arab, India, dan Cina, sangat banyak ditemui di kerajaan Sriwijaya.
Tahukah kamu mengapa Indonesia menjadi penting bagi perdagangan internasional ? Indonesia menjadi strategis sebagai pusat perdagangan internasional, disebabkan karena letak yang berada pada posisi silang lalulintas pelayaran perdagangan dunia. Perdagangan melalui laut dari Asia ke Asia Tenggara dan Asia Timur maupun sebaliknya, akan selalu melewati wilayah Indonesia.

Selat Malaka sangat penting artinya bagi mobilitas pelayaran bangsa-bangsa dunia. Pelayaran dari Asia Barat ke Asia Timur, pasti akan melewati Selat Malaka. Selain menjadi tempat persinggahan para pedagang dari berbagai negara, Indonesia memiliki hasil bumi yang melimpah. Tentu saja, hal tersebut menarik minat bangsa-bangsa asing.

Apakah saat ini Indonesia masih menjadi negara yang memiliki hasil bumi yang diminati bangsa lain ? Hasil bumi apa saja yang menjadi andalan bangsa Indonesia masa sekarang ? Perbedaan aktivitas produksi disuatu daerah, menyebabkan adanya saling ketergantungan dengan daerah lain. Aktivitas perdagangan itulah yang menjadi cerminan dari kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi serupa, dilakukan oleh bangsa-bangsa Barat. Bangsa-bangsa Barat memerlukan produksi rempah-rempah untuk didistribusikan kepada para konsumennya.

c. Pengaruh Keunggulan Tanah terhadap Kegiatan Ekonomi


Iklim muson tropis secara alami membawa dampak pergantian musim di Indonesia. Tanaman untuk kebutuhan sehari-hari, dapat ditanam disetiap waktu. Hal ini berbeda dengan bangsa-bangsa Eropa, yang memiliki empat musim, yakni: musim panas, dingin, semi, dan gugur. Kondisi tersebut, tidak memungkinkan melakukan aktivitas pertanian dengan baik. Kesuburan tanah yang dimiliki Indonesia, menyebabkan seseorang juga dapat mengolah tanahnya untuk pertanian dan perkebunan dengan baik.

Pengaruh keunggulan iklim dan tanah, mampu menghasilkan aktivitas produksi pertanian yang hasilnya berupa produk sayur-sayuran. Produksi sayuran akan menimbulkan kegiatan ekonomi yang kedua, yaitu: distribusi. Adanya distribusi tentu akan menciptakan kegiatan konsumsi, karena produk yang dihasilkan harus didistribusikan ke konsumen agar memperoleh pendapatan.


Renungan : Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi
Indonesia memiliki keunggulan iklim, geostrategis, dan kondisi tanah yang sangat potensial untuk kegiatan ekonomi. Untuk memanfaatkan keunggulan tersebut, pengetahuan dan keterampilan yang memadai sangat diperlukan. Bangsa Indonesia harus pandai bersyukur karena dikaruniai keunggulan lokasi yang sangat menguntungkan. Karena itu kita harus belajar giat agar memiliki pengetahuan yang luas dan ketrampilan yang cakap, sehingga mampu memanfaatkan keuntungan pengaruh lokasi Indonesia untuk kegiatan ekonomi, untuk kesejahteraan negara, bangsa, dan agama kita.

Contoh makalah tentang Perkembangan Kondisi Perekonomian di Indonesia dapat dibaca disini.

Sumber : Buku IPS Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1




3 comments:

Note: only a member of this blog may post a comment.