Monday, 10 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Secara Internal dan Eksternal. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Secara Internal dan Eksternal

Dewasa ini perubahan adalah suatu hal yang tidak bisa dielakkan lagi. Mengapa masyarakat melaksanakan perubahan? Dapatkah kalian menyebutkan faktor-faktor yang menjadi penyebab perubahan sosial? Soerjono Soekanto menyebutkan adanya faktor-faktor internal dan ekstern yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat.

1. Faktor Internal Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial

Ada beberapa penyebab yang bersumber dalam masyarakat itu sendiri yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial, yaitu perubahan penduduk, penemuan-penemuan baru, konflik dalam masyarakat, dan pemberontakan.

a. Perubahan Penduduk
Perubahan penduduk berarti bertambah atau berkurangnya penduduk dalam suatu masyarakat. Hal itu bisa disebabkan oleh adanya kelahiran dan kematian, namun juga bisa sebab adanya perpindahan penduduk, baik transmigrasi atau urbanisasi. Transmigrasi dan urbanisasi dapat berakibat bertambahnya jumlah penduduk daerah yang dituju, serta berkurangnya jumlah penduduk daerah yang ditinggalkan. Akibatnya terjadi perubahan dalam struktur masyarakat, seperti munculnya bermacam-macam profesi dan kelas sosial.

b. Penemuan-Penemuan Baru
Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia akan barang dan jasa semakin bertambah kompleks. Oleh sebab itu bermacam-macam penemuan baru diciptakan oleh manusia untuk menolong atau mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Penemuan baru yang menyebabkan perubahan pada masyarakat meliputi proses discovery, invention, dan inovasi.
  1. Discovery , yaitu suatu penemuan unsur kebudayaan baru oleh individu atau kelompok dalam suatu masyarakat. Unsur baru itu dapat berupa alat-alat baru ataupun ideide baru.
  2. Invention, yaitu bentuk pengembangan dari suatu discovery, sehingga penemuan baru itu mendapatkan bentuk yang dapat diterapkan atau difungsikan. Discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima, serta menerapkan penemuan baru ini dalam kehidupan nyata di masyarakat.
  3. Inovasi atau proses pembaruan, yaitu proses panjang yang meliputi suatu penemuan unsur baru serta jalannya unsur baru dari diterima, dipelajari, dan akhirnya digunakan oleh sebagian besar warga masyarakat.
Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Secara Internal dan Eksternal

Suatu penemuan baru, baik kebudayaan rohaniah (imaterial) atau jasmaniah (material) memiliki pengaruhmacam -macam. Biasanya pengaruh itu memiliki pola sebagai berikut.
  1. Suatu penemuan baru menyebabkan perubahan dalam bidang tertentu, namun akibatnya memancar ke bidang lainnya. Contohnya penemuanhandphone yang menyebabkan perubahan di bidang komunikasi, interaksi sosial, status sosial, dan lain-lain.
  2. Suatu penemuan baru menyebabkan perubahan yang menjalar dari satu lembaga ke lembaga yang lain. Contohnya penemuan internet yang membawa akibat pada perubahan pada pengetahuan, pola pikir, dan tindakan masyarakat.
  3. Beberapa jenis penemuan baru dapat berakibat satu jenis perubahan. Contohnya penemuan internet, e-mail, televisi, dan radio.
  4. Penemuan baru dalam hal kebudayaan rohaniah (ideologi, kepercayaan, sistem hukum, dan sebagainya) memiliki pengaruh terhadap lembaga kemasyarakatan, adat istiadat, atau pola perilaku sosial. Contohnya pemahaman dan kesadaran akan nasionalisme oleh orangorang Indonesia yang belajar di luar negeri pada awal abad ke-20, mendorong lahirnya gerakan-gerakan yang menginginkan kemerdekaan politik dan lembaga-lembaga sosial baru yang bersifat nasional.

c. Konflik dalam Masyarakat
Suatu konflik yang lalu disadari dapat memecahkan ikatan sosial biasanya akan diikuti dengan proses akomodasi yang justru akan menguatkan ikatan sosial itu. Apabila demikian, maka biasanya terbentuk keadaan yang berbeda dengan keadaan sebelum terjadi konflik. Contohnya konflik antarteman di sekolah. Konflik dapat merubah kepribadian orang-orang yang terlibat di dalamnya, misalnya jadi murung, pendiam, tidak mau bergaul, dan lain-lain. Namun apabila orang-orang yang terlibat konflik sadar akan hal itu, maka mereka akan berusaha untuk memperbaiki keadaan itu agar lebih baik dari sebelumnya.

d. Pemberontakan (Revolusi) dalam Tubuh Masyarakat
Revolusi di Indonesia pada 17 Agustus 1945 mengubah struktur pemerintahan kolonial menjadi pemerintahan nasional. Hal itu diikuti dengan bermacam-macam perubahan mulai dari lembaga keluarga, sistem sosial, sistem politik, sistem ekonomi, dan sebagainya.

2. Faktor Eksternal Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial

Dengan melaksanakan interaksi sosial, banyak pengaruhpengaruh dari luar masyarakat kita yang mendorong terjadinya perubahan sosial. Faktor-faktor ekstern yang menyebabkan perubahan sosial adalah sebagai berikut.

a. Faktor Alam yang Ada di Sekitar Masyarakat Berubah
Bagi manusia, alam memiliki makna yang sangat penting untuk kehidupannya. Misalnya alam memiliki nilai estetika yang mendorong manusia untuk cinta pada alam, alam sebagai sumber penyediaan bahan-bahan makanan dan pakaian, serta alam menjadi sumber kesehatan, keindahan, dan hiburan atau rekreasi.
Mengingat pentingnya alam untuk kehidupan manusia, maka sudah seharusnyalah kita menjalin keserasian hubungan dengan alam yang ada di sekitar kita agar tetap terjaga kelestariannya. Namun apa yang terjadi? Tidak jarang tindakan manusia justru berakibat munculnya kerusakan alam. Misalnya tindakan manusia menebang hutan secara liar. Tindakan itu dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor pada musim penghujan sebab terjadinya pengikisan tanah oleh air hujan (erosi). Akibatnya banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, keluarga, dan fasilitas umum lainnya.

b. Peperangan
Peperangan yang terjadi antara negara yang satu dengan negara yang lain dapat menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat mendasar, baik seluruh wujud budaya (sistem budaya, sistem sosial, dan unsur-unsur budaya fisik) atau seluruh unsur budaya (sistem pengetahuan, teknologi, ekonomi, bahasa, kesenian, sistem religi, dan kemasyarakatan). Perubahan-perubahan itu biasanya terjadi pada negara yang kalah perang sebab biasanya negara yang menang cenderung untuk memaksakan nilai-nilai, budaya, cara-cara, dan lembaga kemasyarakatannya kepada negara itu.

c. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain
Terjadinya pengaruh kebudayaan masyarakat lain adalah sebagai berikut.
  1. Apabila terjadi hubungan primer, maka akan terjadi pengaruh timbal balik. Di samping dipengaruhi, suatu masyarakat akan memengaruhi masyarakat lain.
  2. Apabila kontak kebudayaan terjadi melalui fasilitas komunikasi massa seperti radio, televisi, majalah atau surat kabar. Dalam hal ini pengaruh kebudayaan hanya terjadi sepihak, yaitu pengaruh dari masyarakat yang menguasai fasilitas komunikasi massa itu.
  3. Apabila dua masyarakat yang mengalami kontak kebudayaan memiliki taraf kebudayaan yang sama, terkadang yang terjadi justru cultural animosity, yaitu keadaan di mana dua masyarakat yang walaupun berkebudayaan berbeda dan saling hidup berdampingan itu saling menolak pengaruh kebudayaan satu pada yang lain. Biasanya terjadi antara dua masyarakat yang pada masa lalunya memiliki konflik fisik ataupun nonfisik.
  4. Apabila dua kebudayaan berjumpa salah satunya memiliki taraf yang lebih tinggi, maka yang terjadi adalah proses imitasi (peniruan) unsur-unsur kebudayaan masyarakat yang sudah maju oleh kebudayaan yang masih rendah.




No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.