Monday, 24 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Pengaruh Letak Geologis Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pengaruh Letak Geologis Indonesia

Letak geologis adalah letak suatu wilayah berdasar susunan batuan yang ada pada bumi. Letak geologis wilayah Indonesia adalah sebagai berikut.
  1. Indonesia adalah bagian dari dua buah rangkaian pegunungan besar di dunia, yaitu rangkaian Pengunungan Mediteran dan rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik.
  2. Indonesia terletak pada pertemuan lempeng litosfer, yaitu lempeng Indonesia –Australia yang bertumbukan dengan lempeng Asia.
  3. Indonesia terletak pada tiga daerah dangkalan, yaitu Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul dan Daerah Laut pertengahan Australia Asiatis.
Pengaruh Letak Geologis Indonesia

Pengaruh Letak Geologis Indonesia


  • Letak geologis inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia banyak dijumpai gunung berapi, sehingga banyak wilayah di Indonesia yang kesuburannya cukup tinggi.
  • Namun perlu disadari pula bahwa letak geologis yang demikian itu menyebabkan wilayah Indonesia rawan dengan musibah alam seperti gunung meletus dan gempa bumi.

Sunday, 23 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Kehidupan Politik, Ekonomi, Agama dan Sosial Budaya Kerajaan Kalingga. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kehidupan Politik, Ekonomi, Agama dan Sosial Budaya Kerajaan Kalingga

Kalingga atau Ho-ling merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber notulen Tiongkok, tradisi kisah setempat, dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad lalu pada abad ke-16 menyinggung secara singkat tentang Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh.


Kalingga sudah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal mempunyai peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya. Keberadaan Kerajaan Kalingga diketahui dari khabar Cina pada masa Dinasti Tang. Menurut khabar Cina, pada pertengahan abad VII Masehi terdapat kerajaan bercorak Hindu-Buddha bernama Holing atau Kalingga di Jawa Tengah.

Kehidupan Politik Kerajaan Kalingga

Kehidupan Politik Pada abad VII Masehi Kerajaan Kalingga pernah dipimpin seorang ratu bernama Sima. Ratu Sima menjalankan pemerintahan dengan tegas, keras, adil, dan bijaksana. Dia melarang rakyatnya untuk menyentuh dan mengambil barang bukan milik mereka yang tercecer di jalan. Bagi siapa pun yang melanggar akan memperoleh hukuman berat. Hukum di Kalingga dapat ditegakkan dengan baik. Rakyat taat pada peraturan yang dibuat ratu mereka. Oleh sebab itu, ketertiban dan ketentraman di Kalingga berjalan baik. Menurut naskah Carita Parahyangan, Ratu Sima mempunyai cucu bernama Sahana yang menikah dengan Raja Brantasenawa dari Kerajaan Galuh. Sahana mempunyai anak bernama Sanjaya yang kelak menjadi Dinasti Sanjaya. Sepeninggalan Ratu Sima, Kerajaan Kalingga ditaklukan oleh Kerajaan Sriwijaya.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga mengembangkan perekonomian perdagangan dan pertanian. Letaknya yang dekat dengan pesisir utara Jawa Tengah menyebabkan Kalingga gampang diakses oleh para pedagang dari luar negeri. Kalingga adalah daerah penghasil kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan gading sebagai barang dagangan. Sementara wilayah pedalaman yang subur, dimanfaatkan penduduk untuk mengembangkan pertanian. Hasil-hasil pertanian yang diperdagangkan antara lain beras dan minuman. Penduduk Kalingga dikenal pandai membuat minuman berasal dari bunga kelapa dan bunga aren. Minuman tesebut mempunyai rasa manis dan bisa memabukkan. Dari hasil perdagangan dan pertanian itu, penduduk Kalingga hidup makmur.
Kehidupan Politik, Ekonomi, Agama dan Sosial Budaya Kerajaan Kalingga

Kehidupan Agama Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga adalah pusat agama Buddha di Jawa. Agama Buddha yang berkembang di Kalingga adalah ajaran Buddha Hinayana. Pada tahun 664 seseorang pendeta Buddha dari Cina bernama Hwi-ning berkunjung ke Kalingga. Dia dating untuk menerjemahkan sebuah naskah terkenal agama Buddha Hinayana dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Cina. Usaha Hwing-ning ditolong oleh seorang pendeta Buddha dari Jawa bernama Jnanabadra.

Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Kalingga

Penduduk Kalingga hidup dengan teratur. Ketertiban dan ketentraman sosial di Kalingga dapat berjalan dengan baik berkat kepemimpinan Ratu Sima yang tegas dan bijaksana dalam menjalankan hukum dan pemerintahan. Dalam menegakkan hukum Ratu Sima tidak membedakan antara rakyat dengan anggota kerabatnya sendiri. Berita mengenai ketegasan hukum Ratu Sima pernah didengar oleh Raja Ta-Shih. Ta-Shih adalah sebutan Cina untuk kaum muslim Arab dan Persia. Raja Ta-Shih lalu menguji kebenaran khabar tersebut. Dia memerintahkan anak buahnya untuk meletakkan satu kantong emas di jalan wilayah Kerajaan Ratu Sima. Selama tiga tahun kantong itu dibiarkan tergeletak di jalan dan tidak seorang pun berani menyentuh. Setiap orang melewati kantong emas itu berusaha menyingkir. Pada suatu hari putra mahkota tidak sengaja menginjak kantong itu sehingga isinya berhamburan. Kejadiaan ini membuat Ratu Sima marah dan memerintahkan hukuman mati untuk putra mahkota. Akan tetapi, para menteri berusaha memohon pengampunan untuk putra mahkota. Ratu Sima menanggapi permohonan itu dengan memerintahkan agar jari kaki putra mahkota yang menyentuh kantong emas dipotong. Peristiwa ini adalah bukti ketegasan Ratu Sima dalam menegakkan hukum.

Sumber: Raharta, Ringgo. 2013. Sejarah Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1. Klaten: Intan Pariwara


Kali ini kita akan membahas tentang Letak Geografis Kerajaan Kalingga. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Letak Geografis Kerajaan Kalingga

Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber notulen Tiongkok, tradisi kisah setempat, dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad lalu pada abad ke-16 menyinggung secara singkat tentang Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Kalingga sudah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal mempunyai peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya. Keberadaan Kerajaan Kalingga diketahui dari khabar Cina pada masa Dinasti Tang. Menurut khabar Cina, pada pertengahan abad VII Masehi terdapat kerajaan bercorak Hindu-Buddha bernama Holing atau Kalingga di Jawa Tengah.

Letak Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-6 hingga ke-7 Masehi. Kerajaan ini terletak di wilayah yang kini menjadi bagian dari Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi tepatnya masih diperdebatkan oleh para ahli, namun diperkirakan berada di sekitar wilayah Kabupaten Jepara dan Kudus, di pesisir utara Jawa Tengah.

Kerajaan Kalingga dikenal dari beberapa sumber sejarah, seperti prasasti Tuk Mas dan prasasti Canggal. Prasasti Tuk Mas ditemukan di Desa Tukmas, Kabupaten Jepara, sedangkan prasasti Canggal ditemukan di daerah Magelang, Jawa Tengah. Dari prasasti-prasasti ini, para ahli dapat mengetahui tentang keberadaan Kerajaan Kalingga.

Kerajaan Kalingga dipimpin oleh Ratu Shima, seorang penguasa perempuan yang terkenal akan kebijaksanaannya dan keadilannya. Ratu Shima berhasil mempertahankan keutuhan dan keamanan kerajaan di tengah perubahan politik dan sosial yang terjadi pada saat itu. Selain itu, Kerajaan Kalingga juga dikenal sebagai kerajaan yang menganut agama Buddha dan memiliki hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Meskipun Kerajaan Kalingga hanya bertahan selama kurang lebih dua abad, keberadaannya menjadi bukti akan keberagaman sejarah dan budaya yang ada di Nusantara.

Letak Geografis Kerajaan Kalingga

Letak geografis wilayah Kerajaan Kalingga masih diperdebatkan oleh para sejarawan. Berita Cina dari Dinasti Tang menyebut Kalingga sebagai She-p'o dan letaknya berada di laut selatan. Wilayah Kalingga berbatasan dengan P'o-Li (Bali) di sebelah timur, To-p'o-teng (Sumatera) di sebelah barat, laut di sebelah selatan, dan Chen-la (Kamboja) di sebelah utara.
Letak Kerajaan Kalingga

Pada pertengahan musim panas apabila orang mendirikan gnomon setinggi 8 kak, bayangannya akan jatuh ke selatan dengan panjang dua kaki empat inci. Gnomon adalah perangkat untuk menentukan letak ketinggian matahari yang digunakan pada zaman kuno. Berdasarkan kalkulasi itu, letak Kalingga berada pada posisi 6°8' LU. Oleh sebab itu, Kalingga tidak mungkin berada di Jawa. Akan tetapi, keberadaan khabar tersebut dibantah para sejarawan yang mengatakan bahwa penulis khabar Cina membuat suatu kesalahan. Seharusnya waktu yang dicatat adalah pertengah musim dingin sehingga bayangan dari gnomon jatuh di sebelah utara. Oleh sebab itu, posisi Kalingga akan berada pada posisi 6°8' LS. Dengan demikian, Kerajaan Kalingga letaknya di sekitar pantai utara Jawa Tengah.

Keberadaan Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah, didukung para sejarawan Belanda seperti N.J. Krom, George Coedes, W.F. Mayer, dan W.J. van der Meulen. Mereka berpendapat bahwa pusat Kalingga berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Secara geografis wilayah pesisir utara Jawa Tengah strategis untuk perkembangan sebuah kerajaan. Sejak awal abad Masehi perairan di Laut Jawa sudah berkembang menjadi jalur perdagangan yang ramai. Oleh sebab itu, Kalingga dapat membangun pelabuhan itu akan mempermudah Kalingga berinteraksi dengan dunia luar sehingga sektor perdagangan maritim dapat berkembang. Sementara itu, wilayah pedalaman Jawa Tengah yang subur dapat mendukung kedudukan perekonomian negara dari sektor agraris.