Sunday, 6 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Migrasi Penduduk Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Migrasi Penduduk Indonesia

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dengan tujuan untuk menetap. Dikatakan menetap apabila berada di daerah baru secara terus-menerus selama minimal enam bulan. Perpindahan penduduk yang dilakukan kurang dari enam bulan disebut mobilitas sirkuler. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi penduduk Indonesia antara lain sebagai berikut.
  1. Alasan ekonomi memiliki tujuan untuk memperbaiki hidup
  2. Alasan politik, misalnya adanya tekanan-takanan di tempat tinggal atau sebab perbedaan ideologi
  3. Alasan sosial, terjadi sebab tekanan-tekanan dari tetangganya
  4. Alasan agama, sebab tidak ada kebebasan dalam menganut agama sesuai dengan kepercayaannya
  5. Kepadatan penduduk
  6. Keadaan geografis lain 
  7. Alasan lain seperti melanjutkan pendidikan, berpetualang

Migrasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu migrasi antarnegara dan migrasi dalam negeri. Migrasi Lingkungan Indonesia antarnegara adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Migrasi antarnegara dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  1. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain, misalnya penduduk Maroko pindah ke Indonesia
  2. Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain misalnya penduduk Indonesia pindah Uzbekistan.
  3. Remigrasi, yaitu kembalinya penduduk dari negara lain ke negaranya sendiri (negara asal)
Migrasi Penduduk Indonesia
Migrasi dalam negeri adalah perpindahan penduduk dari daerah satu ke daerah lain masih dalam satu negara. Migrasi dalam negeri terdiri atas:

1) Transmigrasi

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu pulau atau provinsi yang padat penduduknya ke pulau atau provinsi yang jarang penduduknya. Transmigrasi dilaksanakan sebagai usaha untuk meratakan penduduk yang belum merata. Transmigrasi sudah dilaksanakan sejak zaman kolonial Belanda pada tahun 1905. Istilahnya disebut kolonisasi, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan tenaga

kerja dengan upah yang murah hidup baru menanti di perkebunan-perkebunan milik Belanda yang berada di luar Pulau Jawa.

2) Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan mencari perbaikan hidup. Ada dua faktor penyebab urbanisasi, yaitu:

(a) Faktor pendorong (daerah asal)
(1) semakin sempitnya lahan pertanian di desa
(2) sulitnya lapangan pekerjaan di desa
(3) upah kerja yang rendah
(4) kurangnya sarana sarana dan prasarana di pedesaan

(b) Faktor penarik (terdapat di kota)
(1) di kota lebih banyak lapangan kerja
(2) adanya fasilitas dan prasarana di kota yang lebih lengkap
(3) kota adalah pusat bermacam-macam aktivitas
(4) upah kerja yang lebih tinggi

Saturday, 5 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Sistem Informasi dalam Proses Manajemen. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sistem Informasi dalam Proses Manajemen

Sebelum masa berkembangnya teknologi informasim Lima jenis sumber daya pada era pertanian dan industri adalah manusia, material, mesin, uang dan metode. Dalam era informasi, lahirlah sumber daya informasi.

Tugas manajer adalah mengelola sumber daya agar dapat digunakan dengan cara yang paling efektif. Dalam era globalisasi, informasi memegang peranan yang sangat penting dan strategis. Informasi sangat dibutuhkan untuk mendukung organisasi dalam melakukan kegiatannya secara internal atau dengan mitra bisnisnya.

SISTEM INFORMASI DALAM PROSES MANAJEMEN

Manajemen didefinisikan sebagai empat  fungsi manajer yaitu perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Jadi manajemen adalah suatu proses, dan proses adalah suatu cara sistematik yang sudah ditetapkan untuk melaksanakan kegiatan. Manajemen berarti suatu proses yang menekankan keterlibatan dan aktivitas yang saling terkait untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan.
1.Perencanaan : Proses yang dilakukan manajer untuk  memikirkan dan menentukan sasaran serta tindakan berdasar beberapa metode yang diperlukan untuk mencapainya. Misalnya:
  • Bagaimana organisasi mendapat dan mengolah sumberdaya untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan?
  • Bagaimana anggota organisasi melaksanakan aktivitasnya ?
  • Apakah dasar untuk  melaksanakan mengendalikan dan penilaian tingkat pencapaian sasaran ?
2.  Pengorganisasian : Proses menata dan mengalokasikan pekerjaan dan sumberdaya manusia serta pendistribusian wewenang sehingga sasaran organisasi dapat dicapai.
3. Kepemimpinan : Sejauh mana manajer mengarahkan, mempengaruhi dan memotivasi karyawan untuk melaksanakan pekerjaannya.
4. Pengendalian : Proses untuk memastikan bahwa aktivitas organisasi yang sedang atau sudah berlangsung sudah benar serta sesuai dengan metode dan prosedur yang sudah ditetapkan sebelumnya.
 SISTEM INFORMASI DALAM PROSES MANAJEMEN

INFORMASI SEBAGAI NADI PERUSAHAAN
Di era globalisasi, perusahaan tidak cukup dengan hanya menerapkan strategi produk atau harga tetapi dituntut untuk memperhatikan dan mengelola informasi yang mengalir di dalam dan di luar lingkungannya.

Informasi menjadi nadi perusahaan sebab :
  1. Perusahaan dapat langsung mengetahui keinginan, kebutuhan dan keluhan konsumen.
  2. Perusahaan dapat memantau pergerakan pasar, pesaing, pemasok, dan pertumbuhan konsumen.
  3. Jika aliran informasinya sehat, perusahaan dapat  memonitor kondisi riil-nya sendiri mengenai persediaan barang, pemasaran, retur, mobilitas dan pertumbuhan SDM, keuangan, dsb.

INFORMASI BAGI MANAJER
Dalam menjalankan fungsinya, manajer sangat membutuhkan informasi untuk :
  1. membuat keputusan, semakin lengkap informasi yang diperoleh para manajer akan semakin mempunyai kepastian dalam mengambil keputusan
  2. mengelola kompleksitas hubungan antara organisasi dan lingkungannya
  3. Sebagai dasar pengendalian

TANGGUNG JAWAB & KEBUTUHAN INFORMASI BERDASARKAN TINGKATAN MANAJER

A.MANAJER TINGKAT ATAS
Bertanggung jawab atas pengelolaan organisasi secara keseluruhan yaitu menentukan arah kebijaksanaan, membuat rencana dan sasaran jangka panjang, merumuskan strategi, menyusun prosedur operasional organisasi secara umum, menentukan pedoman interaksi organisasi dengan lingkungannya.
Memerlukan informasi berupa ringkasan (informasi global) dari seluruh transaksi yang terjadi dalam periode waktu tertentu yang disajikan dalam bentuk tabel atau grafik.

B.MANAJER MENENGAH
Bertanggung jawab atas pengelolaan organisasi berdasar departementalisasi, wilayah, produk atau divisi yaitu merumuskan rencana dan sasaran operasional jangka menengah, merumuskan strategi, menyusun prosedur, melaksanakan pengendalian dan membuat keputusan operasional berdasar lngkup tanggung jawabnya.
Membutuhkan informasi berdasar divisinya, misalnya depertemen persediaan barang membutuhkan informasi rinci mengenai produk-produk yang laris untuk perencanaan persediaan produk itu.

C.  MANAJER LINI PERTAMA
Bertanggung jawab atas pelaksanaan rencana dan sasaran operasional , membuat keputusan jangka pendek berdasar arah kebijaksanaan, menjalankan prosedur dan pedoman yang sudah ditetapkan, dan mengendalikan transaksi harian.
Membutuhkan informasi rinci dari pergerakan transaksi  agar dapat melaksanakan pengendalian pada proses itu.

Tuesday, 1 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Letak Geografis Benua Afrika. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Letak Geografis Benua Afrika

Benua adalah daratan sangat luas yang berada di permukaan planet bumi. Benua diidentifikasi lebih berdasar kesepakatan daripada kriteria-kriteria baku. Afrika adalah benua terbesar ketiga di dunia setelah Asia dan Amerika dan kedua terbanyak penduduknya setelah Asia. Dengan luas wilayah 30.224.050 km² termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3% dari seluruh total daratan Bumi. Dengan 800 juta penduduk di 54 negara, benua ini adalah tempat untuk sepertujuh populasi dunia. Istilah Afrika berasal dari kata Aforika, nama dari salah satu suku bangsa asli Chaitago di Tunisia. Oleh bangsa Romawi nama itu diubah menjadi Afrika atau Afrikani.

Letak Geografis Benua Afrika


Afrika adalah yang terbesar dari ketiga benua di belahan selatan Bumi dan yang terbesar kedua setelah Asia dari semua benua. Luasnya kurang lebih 30,244,050 km2 (11,677,240 mil2) termasuk kepulauan disekitarnya, meliputi 20.3% dari total daratan di bumi dan didiami lebih dari 800 juta manusia, atau sekitar sepertujuh populasi manusia di bumi.

Benua Afrika Dipisahkan dari Eropa oleh Laut Tengah, menyatu dengan Asia di ujung timur lautnya melalui Terusan Suez yang mempunyai lebar 130 km. Semenanjung Sinai yang dimiliki oleh Mesir sering dianggap secara geopolitis sebagai bagian dari Afrika. Dari ujung paling utara, Cape Spartel di Maroko, di 37°21′ lintang Utara, ke ujung paling selatan, Cape Agulhas di Afrika Selatan, 34°51′15″ lintang Selatan, terbentang jarak sekitar 8000 km; dari ujung paling barat, Cape Verde, 17°33′22″ bujur Barat, sampai ujung paling timur, Ras Hafun di Somalia, 51°27′52″ bujur Timur, jaraknya sekitar 7.400 km. Panjang garis pantainya 26.000 km (sebagai perbandingan, Eropa, yang mempunyai luas 9.700.000 km² mempunyai garis pantai 32.000 km.

Letak Geografis Benua Afrika
Benua Afrika

Sebagian besar Afrika letaknya di daerah tropik. Pantai Afrika berbentuk pejal (tidak berliku-liku dan tidak banyak teluk). Benua Afrika letaknya di sebelah barat daya Benua Asia dan di sebelah selatan Benua Eropa. Luas Benua Afrika + 30,3 juta km2 atau seperlima dari seluruh permukaan daratan bumi.

Antara Benua Afrika, Asia, dan Eropa terbentuk massa daratan raksasa yang disebut Benua Lama. Benua Afrika mempunyai berbagai perbedaan dengan Benua Asia dan Benua Eropa sehingga Benua Afrika sering diklasifikasikan ke dalam Benua Selatan. Di bagian timur Benua Afrika terdapat Pulau Madagaskar, Zanzibar, dan Seychelles. Di bagian barat terdapat Kepulauan Sao Tome, Cope Verde, Kepulauan Medeira, dan Kepulauan Kanari.