Saturday, 8 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Usaha yang Perlu Dilakukan untuk Menjaga Kelestarian Alam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Usaha yang Perlu Dilakukan untuk Menjaga Kelestarian Alam

Alam yang indah sebagai tempat kita hidup ini perlu dijaga kelestariannya.  Kemampuan (potensi) yang ada pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dengan segala isi yang terkandung di dalamnya disebut pula dengan alam dunia. Bila kita perhatikan alam dunia dapat diklasifikasikan atas 5 bagian yang berupa :
  1. Atmosfer, lapisan udara yang menyelubungi bumi.
  2. Hidrosfer, lapisan air yang ada di bumi berupa laut, danau, sungai, rawa, air tanah, es, dan air di atmosfer.
  3. Litosfer, lapisan batuan yang menyusun kulit bumi termasuk di dalam tanah.
  4. Biosfer, tumbuhan dan binatang.
  5. Antroposfer, yaitu manusia (penduduk bumi).
Semua itu adalah sumber kehidupan untuk manusia yang mempunyai potensi saling berkait dalam mendukung kehidupan penduduk dunia yang terus bertambah, potensi alam dunia yang tersedia jumlahnya amat banyak dan beraneka ragam. Mineral, energi, tanaman binatang, udara, iklim, air, bentang alam berupa dataran, pegunungan, bahkan gurunpun mempunyai potensi untuk mendukung kehidupan penduduk dunia asalkan manusia mampu memanfaatkannya dengan baik dan benar.

Tidak semua bagian bumi mempunyai potensi sumber daya alam yang sama. semakin banyak sumber daya alam di suatu daerah maka makin banyak yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sumber daya alam yang ada di bumi ini dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui.

Bumi memang mempunyai potensial alam yang besar dan banyak, namun semua itu tidak terlepas dari bermacam-macam permasalahan yang mengancam kelangsungahn dan kelestarian potensi alam ini. Permasalahan itu beraneka ragam mulai dari yang kecil sampai yang besar, dari yang bisa di atasi sampai yang tidak terselesaikan.

Tak bisa dipungkiri bahwa semua masalah itu sebenarnya disebabkan dari manusia sendiri. Banyak manusia yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kekayaan alam secara besar-besaran tanpa memikirkan akibat dan akibatnya yang akhirnya, tentu saja merusak potensi dan ekosistem alam.

Memang ada potensi alam dunia yang bisa digunakan oleh manusia tanpa wajib takut potensi alam itu akan habis di antaranya adalah air, udara, dan energi matahari. Air bisa memperbaharui sendiri melalui siklus air. Dan potensi alam lain yang bisa diperbaharui namun masih wajib lebih cermat dalam pemanfaatannya. Yaitu, hutan, hewan, tumbuhan, tanah, udara, air dan matahari.

Pemanfaatan kekayaan alam yang tidak seimbang sudah banyak menimbulkan problem bagi penduduk dunia. Hutan–hutan sudah banyak yang gundul akibat penebangan hutan secara terus-menerus dan masif tanpa adanya usaha pemulihan kesuburan tanah melalui pemupukan. Sumber-sumber mineral sudah kering dengan mineral sebab sudah terlalu banyak digunakan untuk industri tanpa adanya batas-batas larangan pengambilan.

Namun tentu saja setelah ada masalah itutelah banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga kelestarian potensi alam dunia, yaitu :
  1. Meningkatkan pemanfaatan sumber-sumber energi yang tak akan-akan habis-habis sebagai pengganti minyak bumi atau batu bara, misalnya penggunaan energi sinar matahari, angin, geothermal, tenaga air, pasang air laut, dan sebagainya.
  2. Melakukan daur ulang (recylcling), sehingga pengambilan sumber daya alam dapat diperkecil, misalnya daur ulang pada barang-barang bekas, seperti besi, alumunium, kertas, plastik, dan lain-lain.
  3. Melakukan pengawetan pada sumber daya alam berupa kayu. Sebelum digunakan hendaknya diwajibkan untuk diawetkan terlebih dahulu agar daya tahan penggunaan kayu untuk bahan bangunan dapat di hemat sebab kayu yang digunakan telah dapat digunakan dipakai dalam jangka waktu yang lebih lama.
Usaha yang Perlu Dilakukan untuk Menjaga Kelestarian Alam

1) Pengolahan air limbah dan penertiban pembuangan sampah
Setiap pabrik wajib mengolah air limbahnya sebelum dibuang sebab limbah pabrik biasanya mengandung zat-zat kimia.
Kebiasaan masayarakat membuang sampah disaluran air, sungai, atau selokan adalah kebiasaan yang wajib dirubah. Hal itu perlu dicegah sedini mungkin untuk menghindari terjadinya pencemaran air.

2) Program kali bersih (prokasih)
Program kali bersih memiliki tujuan utama untuk menurunkan atau mengurangi beban pencemaran perairan sungai, khususnya limbah industri yang banyak mengandung zat-zat kimia beracun.

3) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)
Pengelolaan DAS menekankan usaha konservasi pertanian lahan kering, peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan lahan kering, peningkatan diluar sector pertanian, perlindungan daerah nonbudi daya, pengembangan irigasi, dan pengendalian bahaya banjir.

4) Pengelolaan lautan dan daerah pesisir.
Usaha mengelola lautan dan daerah peisir hendaknya memperhatikan kebijaksanaan sebagai berikut.
  1. Pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan laut serta pengaturan antar sector perlu dikembangkan secara koordinatif.
  2. Sumber daya alam yang dapat diperbarui hendaknya digunakan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan kepentingan generasi mendatang. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui hendaknya digunakan secara rasional.
  3. Kawasan lindung, kawasan penyangga dan kawasan sumber budi daya sumber alam wajib dijaga dan dikendalikan keberadaannya.

5) Pengembangan keanekaragaman hayati
Pengembangan keanekaragaman hayati mencakup usaha pelestarian tumbuhan dan fauna langka.

6) Reklamasi dan rehabilitasi lahan kritis
Reklamasi lahan biasanya dilakukan untuk lahan bekas pertambangan. Rehabilitasi mencakup pengerjaan reboisasi, pembuatan sengkedan dan pengendalian peladang berpindah.

Selain kekayaan alam, potensi alam lainnya adalah manusia setiap tahun angka kelahiran dan kematian selalu berbeda. Semakin tinggi tingkat kealahiran maka akan makin banyak jumlah penduduknya tapi, apabila diimbangi antara angka kelahiran dan kematian maka bisa digunakan sebagai salah satu faktor pembangunan. Ledakan penduduk yang tidak diimbangi banyak menimbulkan masalah diantaranya :
  1. Meningkatnya pengangguran.
  2. Lambatnya pertumbuhan ekonomi.
  3. Menurunnya kualitas penduduk.
  4. Meningkatnya kebutuhan sarana kesehatan, sekolah, perumahan, dan lain-lain.
  5. Meningkatnya krisis lingkungan.
  6. Menyempitnya areal pertanian dan pendapatan rata-rata penduduk relatif rendah.
  7. Meningkatnya angka kriminalitas.

Namun pada saat ini sudah banyak usaha yang dilakukan untuk menahan ledakan penduduk, diantaranya :
  1. Menekan angka kelahiran dengan keluarga berencana.
  2. Memperluas industrialisasi.
  3. Meningkatkan hasil produksi peternakan, pertanian, dan lain-lain.
Itulah usaha–usaha yang sudah dan wajib dilakukan manusia untuk menjaga kelestarian potensi alam dunia.

Kali ini kita akan membahas tentang Perlawanan Rakyat Riau Terhadap VOC. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Perlawanan Rakyat Riau Terhadap VOC

Pada era Kolonialisme belanda di bentuklah suatu kongsi dagang yang bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Suatu kongsi dagang yang memonopoli dagang dan hasil bumi nusantara, di balik itu rayat indonesia tida terima atas keserakahan VOC itu, sehingga terjadilah perang dimana-mana. Salah satunya adalah rakyat Riau, mereka tidak terima atas monopoli yang dilakukan belanda, sehingga mereka melaksanakan genjatan senjata yang sering disebut “Rakyat Riau Angkat Senjata”.

Perlawanan Rakyat Riau Terhadap VOC


Ambisi untuk melaksanakan monopoli perdagangan dan menguasai bermacam-macam daerah di Nusantara terus dilakukan VOC. Di samping menguasai Malaka, VOC juga mulai mengincar Kepulauan Riau. Dengan politik memecah belah VOC mulai berhasil menanamkan pengaruhnya di Riau. Kerajaan kerajaan kecil seperti Siak, Indragiri, Rokan, dan Kampar semakin terdesak oleh pemaksaan monopoli dan tindakan sewenang-wenang dari VOC. Oleh sebab itu, beberapa kerajaaan mulai melancarkan perlawanan.

Salah satu contoh perlawanan di Riau adalah perlawanan yang dilancarkan oleh Kerajaan Siak Sri Indrapura. Raja Siak Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723 – 1744) memimpin rakyatnya untuk melawan VOC. Setelah berhasil merebut Johor lalu ia membuat benteng pertahanan di Pulau Bintan. Dari pertahanan di Pulau Bintan ini pasukan Sultan Abdul Jalil mengirim pasukan di bawah komando Raja Lela Muda untuk menyerang Malaka. Uniknya dalam pertempuran ini Raja Lela Muda selalu mengikutsertakan puteranya yang bernama Raja Indra Pahlawan. Itulah sebabnya sejak remaja Raja Indra Pahlawan sudah mempunyai kepandaian berperang. Sifaf bela negara/ tanah air sudah mulai tertanam pada diri Raja Indra Pahlawan.
Dalam suasana konfrontasi dengan VOC itu, Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah wafat. Sebagai gantinya diangkatlah puteranya yang bernama Muhammad Abdul Jalil Muzafar Syah (1746 -1760). Raja ini juga mempunyai naluri seperti ayahandanya yang ingin selalu memerangi VOC di Malaka dan sebagai komandan perangnya adalah Raja Indra Pahlawan. Tahun 1751 berkobar perang melawan VOC.
Perlawanan Rakyat Riau Terhadap VOC

Sebagai strategi menghadapi serangan Raja Siak, VOC berusaha memutus jalur perdagangan menuju Siak. VOC mendirikan benteng pertahanan di sepanjang jalur yang menghubungkan Sungai Indragiri, Kampar, sampai Pulau Guntung yang berada di muara Sungai Siak. Kapal-kapal dagang yang akan menuju Siak ditahan oleh VOC. Hal ini adalah pukulan untuk Siak. Oleh sebab itu segera dipersiapkan kekuatan yang lebih besar untuk menyerang VOC. Sebagai pucuk pimpinan pasukan dipercayakan kembali kepada Raja Indra dan Panglima Besar Tengku Muhammad Ali. Dalam serangan ini diperkuat dengan kapal perang “Harimau Buas” yang dilengkapi dengan lancang serta perlengkapan perang secukupnya. Terjadilah pertempuran sengit di Pulau Guntung (1752 – 1753). Ternyata benteng VOC di Pulau Guntung itu berlapis-lapis dan dilengkapi meriam-meriam besar.

Dengan demikian pasukan Siak sulit menembus benteng pertahanan itu. Namun banyak pula jatuh korban dari VOC, sehingga VOC wajib mendatangkan pertolongan kekuatan termasuk juga orang-orang Cina. Pertempuran nyaris berlangsung satu bulan. Sementara VOC terus mendatangkan bantuan. Melihat situasi yang demikian itu kedua panglima perang Siak menyerukan pasukannya untuk mundur kembali ke Siak. Sultan Siak bersama para panglima dan penasihat mengatur siasat baru. Disepakati bahwa VOC wajib dilawan dengan tipu daya. Sultan diminta berpura-pura berdamai dengan cara memberikan hadiah kepada Belanda.
Oleh sebab itu, siasat ini dikenal dengan “siasat hadiah sultan”. VOC setuju dengan ajakan damai ini. Perundingan damai diadakan di loji di Pulau Guntung. Pada saat perundingan baru mulai justru Sultan Siak dipaksa untuk tunduk kepada pemerintahah VOC. Sultan segera memberi kode pada anak buah dan segera menyergap dan membunuh orang-orang Belanda di loji itu.

Loji segera dibakar dan rombongan Sultan Siak kembali ke Siak dengan membawa kemenangan, sekalipun belum berhasil mengenyahkan VOC dari Malaka. Siasat perang ini tidak terlepas dari jasa Raja Indra Pahlawan. Oleh sebab itu, atas jasanya Raja Indra Pahlawan diangkat sebagai Panglima Besar Kesultanan Siak dengan gelar: “Panglima Perang Raja Indra Pahlawan Datuk Lima Puluh”.

Perang antara rakayat riau dengan VOC terjadi sangat sengit, Pada saat perang itu VOC mendatangkan pertolongan dari china dan sekutunya, sehingga pada saat itu rakyat Riau ditarik mundur untuk merundingkan strategi perang baru, sehingga dalam perundingan itu di dapatlah suatu ide untuk berpura-pura mengajak VOC berdamai. Sehingga pada saat perundingan damai dengan VOC itu, kesempatan rakyat riau untuk memukul habis para pentinggi VOC. Pada akhirnya rakyat Riau memperoleh kemenangan dari VOC.

Pertanyaan :
a. Apa yang melatarbelakangi rakyat riau angkat senjata ?
b. Kerajaan manakah yang melopori gerakan rakyat riau angkat senjata?
c. Bagaimana kornotogis perang itu?

Sumber : http://parlemenanak.blogspot.co.id/2014/11/makalah-rakyat-riau-angkat-senjata.html

Kali ini kita akan membahas tentang Kategori Sumber Daya Alam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kategori Sumber Daya Alam

Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, bermacam-macam jenis logam, air, dan tanah. SDA dapat dibedakan atas beberapa kategori seperti berkut ini.

Kategori Sumber Daya Alam


Sumber Daya Alam Berdasarkan Kemungkinan Pemulihan

  • Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resources) adalah sumber daya yang dapat tersedia kembali dalam waktu yang cepat sehingga tidak dapat habis. Namun demikian, apabila pemanfaatannya tidak terkendali, sumber daya alam ini dapat habis atau punah. Contoh  sumber daya alam yang dapat diperbarui ialah bermacam-macam jenis tanaman dan satwa dan kesuburan tanah.
  • Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources) adalah sumber daya alam yang pembentukannya berlangsung sangat lambat dalam waktu jutaan atau ratusan juta tahun. Oleh sebab itu, jumlahnya relatif tetap atau berkurang sebab dimanfaatkan dan akhirnya pada saatnya nanti akan habis. Contoh: Mineral logam (nikel, emas, perak, timah, tembaga dan biji besi), Mineral bukan logam (gypsum, marmer, yodium, intan, aspal, sulfur dan garam), Mineral energy (batu bara, gas alam dan minyak bumi)
  • Sumber daya alam tak akan habis adalah sumber daya alam yang meskipun dimanfaatkan secara terus menerus tak akan habis. Contohnya: air, udara dan sinar matahari.

Sumber Daya Alam Berdasarkan Materi

  • Sumber daya alam organik (hayati), materinya atau bahannya berupa jasad hidup, yaitu tetumbuhan dan hewan. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam organik antara lain kehutanan,  pertanian, peternakan, dan perikanan.
  • Sumber daya alam anorganik (nonhayati), materinya berupa benda mati seperti benda padat, cair, dan gas. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam anorganik di antaranya  pertambangan mineral,  tanah, batuan, minyak dan gas alam, dan energi.

Sumber Daya Alam Berdasarkan Tempatnya

  • Sumber daya alam terestris (daratan), adalah sumber daya yang berhubungan dengan tanah sebagai lahan untuk bermacam-macam aktivitas penduduk, sebagai bahan  industri (keramik, genteng, dan lain-lain), dan segala sumber daya yang berasal dari darat
    Pengolongan Sumber Daya Alam
  • Sumber daya alam akuatik (perairan),  sumber daya alam yang berhubungan dengan laut,  sungai, danau, air  tanah, air hujan, dan lain-lain


Sumber Daya Alam Berdasarkan Proses Terbentuknya

  • Sumber daya alam Biotik, adalah sumber daya alam yang terbentuk sebab adanya proses kehidupan seperti tumbuh dan berkembang biak. Contohnya : Tumbuhan dan Hewan.
  • Sumber daya alam Fisik, adalah sumber daya alam yang terbentuk sebab proses fisik dan kekuatan alam. Contohnya: tanah, air, udara dan bahan tambang.
  • Sumber daya alam Lingkungan, adalah perpaduan antara sumber daya fisik dan sumber daya biotik yang dapat membentuk suatu lingkungan tertentu. Contohnya; lingkungan pegunungan, lembah, pantai, gunung api, dan panorama alam lainnya.


Sumber Daya Alam Berdasarkan Nilai Kegunaan atau Ekonomisnya

  • Sumber daya alam Ekonomis Tinggi, adalah sumber daya yang cara mendapatkannya membutuhkan biaya yang besar. Contohnya : mineral logam mulia (emas, perak dan intan)
  • Sumber daya alam Ekonomis Rendah, adalah  sumber daya yang bisa didapatkan dengan harga murah dan tersedia dalam jumlah banyak. Contohnya : Bahan – bahan bangunan (pasir, batu dan gamping)
  • Sumber daya alam Nonekonomis. adalah sumber daya yang cara mendapatkannya tidak perlu mengeluarkan biaya atau tanpa pengorbanan serta tersedia dalam jumlah tidak terbatas. Contohnya : udara, sinar matahari dan angin.