Sunday, 23 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Bentuk Kegiatan Ekonomi di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Bentuk Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Bentuk Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan orang dalam bidang ekonomi untuk menghasilkan pendapatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Bentuk kegiatan ekonomi di Indonesia secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kegiatan ekonomi agraris dan kegiatan ekonomi nonagraris.

Kegiatan Ekonomi Agraris

Kegiatan ekonomi agraris merupakan kegiatan yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Indonesia memiliki lahan pertanian yang luas dan subur, serta sumber daya alam yang melimpah, sehingga kegiatan ekonomi agraris menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Beberapa contoh kegiatan ekonomi agraris yang umum dijumpai di Indonesia antara lain:

  1. Pertanian pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai
  2. Perkebunan, seperti karet, kelapa sawit, dan teh
  3. Peternakan, seperti sapi, ayam, dan kambing
  4. Perikanan, seperti ikan laut, udang, dan ikan air tawar
  5. Kehutanan, seperti pengusahaan kayu dan hasil hutan non-kayu

Kegiatan Ekonomi Nonagraris

Kegiatan ekonomi nonagraris mencakup sektor industri, perdagangan, jasa, dan pariwisata. Kegiatan ekonomi nonagraris di Indonesia semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan globalisasi. Beberapa contoh kegiatan ekonomi nonagraris yang umum dijumpai di Indonesia antara lain:

  1. Industri pengolahan, seperti tekstil, makanan, dan elektronik
  2. Perdagangan, baik antar pulau maupun internasional
  3. Jasa, seperti perbankan, kesehatan, dan pendidikan
  4. Pariwisata, seperti wisata alam, budaya, dan religi

Dampak Kegiatan Ekonomi terhadap Pembangunan dan Kesejahteraan

Kegiatan ekonomi, baik agraris maupun nonagraris, memiliki dampak yang signifikan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Pertumbuhan sektor-sektor ekonomi ini akan meningkatkan lapangan kerja, pendapatan, dan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, kegiatan ekonomi juga mempengaruhi penerimaan negara dari pajak dan sumber pendapatan lainnya yang digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan.

Namun demikian, kegiatan ekonomi juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan hidup. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta penegakan regulasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Peran Pemerintah dalam Mendorong Kegiatan Ekonomi

Pemerintah memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi di Indonesia. Beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong kegiatan ekonomi meliputi:

  1. Membuat kebijakan yang mendukung sektor-sektor ekonomi, seperti insentif fiskal dan deregulasi
  2. Memperbaiki infrastruktur, seperti jalan, pelabuhan, dan jaringan telekomunikasi, untuk mendukung mobilitas barang dan jasa
  3. Mendorong investasi asing dan domestik, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif
  4. Mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan dan pelatihan
  5. Melindungi hak konsumen dan mendorong persaingan usaha yang sehat

Kesimpulan

Kegiatan ekonomi di Indonesia terdiri dari kegiatan ekonomi agraris dan kegiatan ekonomi nonagraris. Keduanya memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan kebijakan dan praktik yang mendukung kegiatan ekonomi yang berkelanjutan, sehingga pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan hidup.

Di masa depan, Indonesia diharapkan dapat terus mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang lebih beragam dan inovatif, dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya yang tersedia. Hal ini akan membantu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan, dan mencapai kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Saturday, 22 October 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Profil Negara Berkembang : Malaysia . Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Profil Negara Berkembang : Malaysia

Nama "Malaysia" diadopsi pada 1963 saat Federasi Malaya bertambah Singapura, Sabah, dan Sarawak membentuk federasi bernama Malaysia. Tetapi nama itu sendiri pernah membingungkan saat dipakai untuk merujuk wilayah-wilayah di Asia Tenggara. Sebuah peta yang diterbitkan pada 1914 di Chicago menampilkan nama Malaysia pada wilayah tertentu di Nusantara. Politikus di Filipina pernah menghendaki penamaan negara mereka sebagai "Malaysia", tetapi Malaysia-lah yang pertama mengadopsi nama itu pada 1963 sebelum Filipina bertindak lebih jauh mengenai masalah itu. Nama lain pernah dianjurkan untuk federasi 1963. Di antaranya adalah Langkasuka (Langkasuka adalah sebuah kerajaan kuno yang berada di bagian hulu Semenanjung Malaya pada milenium pertama masehi).

Keadaan Alam Malaysia terbagi menjadi dua Negara bagian yaitu Malaysia Barat yang mencakup bagian selatan Semenanjung Malaysia. Bagian tengahnya berupa pegunungan rendah, serta melandai pada sisi timur dan selatan. Dan Malysia Timur (Sabah dan Serawak) yang didominasi pegunungan, di mana 80 persen di antaranya berketinggian >1.400 meter. Iklim Malaysia mengenal dua musim yang adalah akibat peralihan arah angin muson yaitu Musim hujan dan musim kemarau Pada kegiatan perekonomian, Industri cukup berkembang di Malaysia yaitu industri pengolahan bahan mentah, seperti industri pengolahan makanan, pemotongan kayu, pengolahan karet, pengolahan minyak kelapa sawit, tekstil, dan bermacam-macam barang kerajinan. Adapun Komoditas negara malaysia diantaranya adalah pertanian dan perkebunan, seperti padi, buah dan sayuran tropis, karet, kelapa, dan kelapa sawit.

PROFIL LENGKAP MALAYSIA

Luas wilayah : 329.749km persegi
Ibu kota : Kualalumpur
Bentuk pemerintahan : Kerajaan (Kesultanan)
Hari kemerdekaan : 31 Agustus
Kepala Negara : Yang Dipertuan Agung (diplih sekali lima tahun)
Kepala pemerintahan : Perdana Menteri
Kepala Pemerintahan : Datuk Seri Najib Tun Razak
Lagu kebangsaan : Negaraku
Jumlah penduduk : 28,3 juta jiwa
Bahasa : Malaysia dan Inggris
Agama mayoritas penduduk : Islam
Mata uang : Ringgit (dollar Malysia (M$)
Bandar udara Nasional : Payalebar
Perusahaan penerbangan : Malaysia Airline System (MAS)

Dasar negara Malaysia
Jika di Indonesia ada Pancasila yang memuat sila dasar, ternyata Malaysia juga mempunyai dasar yang disebut "Rukun Negara". Rukun Negara Malaysia juga memuat 5 sila, yaitu sebagai berikut :
1. Kepercayaan Kepada Tuhan
2. Kesetiaan kepada raja dan negara
3. Keluhuran perlembagaan
4. Kedaulatan Undang-undang
5. Kesopanan dan kesusilaan

Pemerintahan Negara Malaysia
  • Malaysia adalah bekas jajahan Inggris yang memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 31 Agustus 1957.
  • Malaysia terdiri dari 9 kesultanan (dperintah oleh Sultan) dan 4 negara bagian (diperintah oleh Yang Dipertuan Negeri atau Gubernur).
  • Kesultanan di Malaysia adalah : Johor, Kedah, Selangor, Kelantan, Negeri Sembilan, Pahang, Perak, Perlis dan Trengganu.
  • Negara bagian di Malaysia adalah : Malaka, Pulau Penang, Sabah dan Serawak.

Keadaan geografi Negara Malaysia
Secara astronomis Malaysia letaknya di antara : 1 derajat LU - 6 derajat LU dan 100 derajat BT - 119 derajat BT. Malaysia beriklim muson tropik.Wilayah Malaysia dibagi atas 2 bagian, yaitu :

Malaysia bagian barat : letaknya di daratan Asia Tenggara (Semenanjung Malaysia), di sebelah utara berbatasan dengan Muangthai, di sebelah selatan berbatasan dengan Selat Johor dan Selat Malaka, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan Laut Natuna, dan sebelah baratnya berbatasan dengan Selat Malaka
Malaysia bagian timur : letaknya di Pulau Kalimantan bagian utara dan berbatasan dengan  Laut Cina Selatan dan Brunai Darusallam. Di sebelah selatan berbatasan dengan Indonesia, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Sulu, di sebelah barat berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan Laut Natuna.

Iklim Negara Malaysia
Iklim Malaysia adalah iklim tropis yang panas dan lembab dengan amplitudo shu harian yang sangat relatif kecil. Musim hujan antara bulan Nopember samapi Maret yang dipengaruhi oleh angin musim Timur Laut.

Bentang alam Negara Malaysia
1.Malaysia Barat (Semenanjung Malaysia)
Di bagian tengah terdapat deretan pegunungan, sisi timur sekitar pantai adalah dataran rendah yang berupa rawa-rawa dan hutan lebat, sedangkan sisi barat untuk pemukiman penduduk dan pertambangan. Sungai Perak dan Sungai Pohong adalah dua sungai utama di Semenanjung ini.
2.Malaysia Timur (Serawak dan Sabah)
Terdapat deretan pegunungan tinggi yang membentang dari Sabah hingga Serawak yang disebut Crocker. Gunung Kalibalu dengan ketinggian 4.094 meter yang letaknya di negara bagian Sabah adalah puncak tertinggi di Malaysia.

Penduduk Negara Malaysia
Penduduk Semenanjung Malaysia terdiri dari orang Melayu (50%), Cina (37%), India (11%). Sisanya adalah orang-orang Eropa, Erasia dan penduduk asli. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Malaysia yang nyaris sama dengan bahasa Indonesia. Sejak tahun 1972 antara kedua negara sudah sepakat untuk menggunakan satu sistem dalam pengucapan. Agama Islam adalah agama resmi negara, tetapi penduduk  bebas mengamalkan agamanya masing-masing.

Perekonomian Negara Malaysia
Malaysia adalah negara agraris, yang menghasilkan padi, karet, kelapa sawit, kelapa dan nenas. Karet dan kelapa sawit adalah ekspor nonmigas yang utama. Hasil hutan berupa kayu banyak dihasilkan di Sabah. Pelabuhan ekspor kayu adalah Sandakan dan Lahad Datu, yang juga menjadi pusat industri kayu lapis. Hasil tambang Malaysia adalah timah. bijih besi, bauksit dan minyak bumi. Bagi Malaysia, timah adalah penghasilan kedua setelah karet. Pendapatan nasionalnya (1985) adalah US $ 57.100 juta.
Profil Negara Berkembang : Malaysia

Kegiatan utama ekonomi Negara Malaysia


Pertanian : terdapat di datara alluval yang subur di Semenanjung Malausia, Sabah dan Serawak.

Perkebunan : Malaysia Barat menghasilkan karet, kelapa sawit dan kopra, terutama di Johor, Selangor dan Perak. Lada hitam terdapat di Malaysia Timur. Pelabuhan ekspor kayu di Sandahan dan Lahad Datu.

Pertambangan : Malaysia adalah penghasil timah terbesar di dunia, daerah penambangannya di Lembah Kinta. Pelabuhan ekspornya di Pelabuhan Kelang. Hasil tambang lain adalah minyak bumi, bijih besi, bauksit dan gas alam.

Sektor Industri Kawasan perindustrian yang terbesar dipusatkan di Pethaling Jaya dan Shah Alam, yaitu terdiri atas industri perakitan mobil, alat-alat rumah tangga, bahan makanan, ban dan barang-barang dari plastik.

Sektor Perhubungan dan Pariwisata Kualalumpur sebagai ibu kota dan sebagai kota raya. Kota raya lain adalah Penang. Kedudukan Selat Malaka menjadi penting, sebab adalah jalan lalu lintas laut dari negara-negara barat ke timur, di samping adanya Singapura sebagai pelabuhan penting di Asia Tenggara. Bandar udara internasional di Malaysia terdapat di Kuala Lumpur dan Penang, sedangkan pelabuhan laut yang terbesar di Kelang. Kawasan pariwisata yang terkenal terdapat di Langkawi yaitu pulau mini yang bergunung-gunung serta pantainya sangat indah. Objek tamasya yang terkenal di Malaysia antara lain: museum nasional Kukit Nanas, Cameron, Highland di Pahang, Genting Highlands, Taman Negara, Temple Park, dan Taman Nasional Kinibalu. Kota-kota pelabuhan penting di Malaysia, yaitu Kualalumpur (ibu kota Federasi Malaysia), Kucing (ibu kota Negara bagian Serawak), Teluk Anson, Penang, Kinibalu, Swettenham, dan Weld)

Sektor Perdagangan Kegiatan perdagangan berupa impor yaitu beras, mesin-mesin, alat-alat transportasi, bahan-bahan kimia, dan bahan-bahan elektronika serta ekspor berupa: karet, kayu olahan, kopra, timah, besi, dan minyak tanah. Mitra dagang Malaysia yang utama : Jepang, Inggris, USA, Indonesia, Singapura dan Australia.

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Singkat Pertempuran Surabaya 10 november 1945. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sejarah Singkat Pertempuran Surabaya 10 november 1945

Rakyat Indonesia larut dalam euforia kebahagian kemerdekaan setelah dibacakan dan disebarkannya informasi proklamasi kemerdekaan republik Indonesia ke seluruh daerah di Indonesia pada 17 Agustus 1945. Mereka tidak menyadari bahwa perjalanan republik itu masih panjang dan terjal. Soekarno dan Hatta menyadari bahwa Belanda dan sekutu yang berhasil mengalahkan Jepang dalam perang Asia Timur Raya akan kembali menduduki Indonesia.

Sekutu yang tergabung atas berbagai negara Eropa dan Amerika berbagi tugas setelah berhasil menduduki Jepang. Amerika Serikat bertugas mengamankan Jepang, sedangkan untuk daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia diserahkan kepada Inggris. Belanda dalam hal ini NICA berusaha ambil bagian dalam mengamankan Asia Tenggara khususnya Indonesia.

Belanda yang turut ikut dengan Inggris dalam misi mengamankan Asia Tenggara masih berniat untuk mengembalikan kekuasaannya di Indonesia, seperti sebelum terlibat perang dunia II dan dipukul mundur dari Indonesia oleh pasukan Jepang pada tahun 1942. Ditambah lagi hasil perjanjian Postdam yang dibuat Amerika Serikat, Perancis dan Inggris yang menyebutkan bahwa negara – negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Sekutu diberi hak untuk memperoleh kembali daerah jajahannya. Dengan kata lain Belanda dapat dengan legal menjajah Indonesia kembali.

Hal ini sungguh sangat bertentangan dengan hasil perjanjian Chequers pada 14 Agusuts 1941 yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Churchill, yang melahirkan Atlantic Charter. Isi dari Atlantic Charter yaitu kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan mewujudkan perdamaian dunia. Sungguh ironis, justru pihak sekutu dan Belanda khususnya ingin kembali menjajah Indonesia serta membunuh ribuan rakyat Indonesia dalam agresi militernya.

Pada tanggal 30 Oktober pasukan Inggris berkebangsaan India (Gurkha) berhasil mendarat di Jakarta dibawah pimpinan Mountbatten, kemudian disusul di daerah Semarang pada 20 Oktober, di Surabaya pada 25 Oktober, di Medan pada 10 Oktober dan di Palembang pada 25 Oktober. Pada awalnya sekutu khususnya Inggris membatasi tindakan – tindakan pasukannya untuk tidak terlalu jauh melakukan peperangan seperti yang diharapkan NICA. Pihak Inggris hanya melakukan pelucutan senjata – senjata pasukan Jepang dan membebaskan tawanan – tawanan perang Jepang. Namun di beberapa kota seperti di Jakarta serdadu NICA selalu melakukan provokasi dan tindakan kekerasan terhadap rakyat Indonesia.

Bahkan Jenderal Sir Philip Christison yang berada di Singapura mengeluarkan perintah kepada pasukannya untuk tidak mencopot pemimpin republik Indonesia seperti Soekarno dan Hatta. Sebaliknya Christiton meminta kepada pemimpin republik dan pemimpin partai untuk menyambut pasukan Inggris dengan baik serta bekerja sama dalam melucuti senjata Jepang dan membebaskan tawanan perang.

Namun tindakan kekerasan yang dilakukan pasukan NICA kepada rakyat Indonesia semakin menambah konflik antara rakyat Indonesia menjadi meluas. Di Pekalongan rakyat Indonesia dibantai oleh polisi militer Jepang yang masih berkuasa. Rentetan perisitiwa memilukan ini semakin menambah kemarahan rakyat terhadap kaum penjajah.

Pertempuran Surabaya 10 november 1945

Tanggal 10 November adalah tanggal bersejarah untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Sebab peristiwa 10 November adalah peristiwa agung dimana diabadikan sebagai Hari Pahlawan oleh bangsa Indonesia. Hal ini memanglah pantas mengingat kegigihan perjuangan rakyat Surabaya melawan Sekutu yang mencoba menapakkan kakinya kembali, ingin merebut bangsa ini. Padahal bangsa Indonesia saat itu sudah memproklamasikan kemerdekaannya. Disaat itulah perjuangan rakyat Surabaya dengan segenap jiwa, raga, harta, darah, dan nyawa, ditumpahkan demi tegaknya NKRI.

Perjuangan warga Surabaya boleh dikatakan adalah perjuangan total. Banyak sekali rentetan peristiwa yang saling sambung-menyambung membentuk mata rantai yang tiada putus dalam perjuangan mereka. Awal mulanya adalah peristiwa Insiden Bendera di Hotel Yamato pada Rabu wage, 19 September 1945. Saat itu adalah masa kehadiran sekutu dan Belanda yang tergabung dalam Mastiff Carbolic, adalah salah satu organisasi Anglo Dutch Country Saction (ADCS) yang bergerak di bidang spionase. Dengan memakai kedok Petugas/Organisasi Palang Merah Internasional (PMI) Belanda dan sekutu beroperasi di Surabaya dan mengunjungi Markas Besar Tentara Jepang yang berkedudukan di Surabaya. Pada saat yang sama bendera Belanda dikibarkan di sebelah kanan (Utara) Gapura Hotel Yamato oleh beberapa anggota dari Komite Kontak Sosial.

Hal ini tentu mengundang kemarahan dari para pejuang dan masyarakat Surabaya. Sebab secara tidak langsung mereka akan merebut kembali bangsa Indonesia dan ingin mendirikan pemerintahan kolonial Belanda. Resimen Sudirman akhirnya turun tangan. Beliau mendatangi sekutu dan meminta untuk menurunkan bendera itu. Hal ini tidak diindahkan malah Sudirman ditodong dengan pistol revolver oleh salah seorang Belanda. Tentu hal ini semakin memanaskan suasana terutama untuk rakyat Surabaya. Sehingga muncullah perkelahian massal yang tidak seimbang antara 20 orang sekutu/Belanda berhadapan dengan massa – rakyat/pemuda Surabaya yang berasal dari Genteng, Embong Malang, Praban dan sekitarnya. Buntut dari perkelahian ini adalah disobeknya bendera berwarna biru oleh pemuda Surabaya. Meskipun rakyat Surabaya kehilangan 4 pahlawan yaitu Sidik, Mulyadi, Hariono, dan Mulyono yang gugur sebagai kusuma bangsa.

Pasca Insiden 19 September 1945 itu, semangat rakyat Surabaya untuk mempertahankan NKRI semakin menjadi-jadi. Hal ini dibuktikan dengan penyerbuan pada gedung Kenpetai pada tanggal 2 Oktober 1945. Gedung Kenpetai adalah tempat penyiksaan para pejuang rakyat Surabaya. Ditempat itulah para pejuang dan rakyat Surabaya disiksa habis-habisan oleh tentara Jepang. Hal inilah yang menjadikan motif penyerbuan pada gedung Kenpetai. Dan tepat pada 2 Oktober 1945 rakyat Surabaya dengan gagah berani mengepung Gedung Kenpetai dan terjadilah pertempuran yang berakhir pada pukul 16.00 setelah para pejuang melihat Bendera Jepang Hinomaru diturunkan sendiri oleh Takahara, komandan Kenpetai. Dari pertempuran ini rakyat Surabaya berhasil melucuti sejumlah kurang lebih 22.887 senjata. Belum termasuk perangkat persenjataan dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Adapun prestasi lain adalah direbutnya gedung Kenpetai oleh rakyat Surabaya yang adalah bukti kemenangan besar.

Sampai disini perlawanan rakyat Surabaya masih belum berakhir. Bangsa Belanda ternyata masih menapakkan kakinya di bumi Surabaya. Tentu hal ini semakin memanaskan api kebencian rakyat. Sehingga perlawanan pun terus dilakukan walaupun nyawa taruhannya. Dan pada 30 Oktober 1945 sebuah peristiwa besar terjadi yaitu terbunuhnya Brig. Jend. Mallaby di dekat Jembatan Merah. Peristiwa ini tentu tidak terjadi begitu saja. Ada kronologis kejadian yang saling berantai.
Sejarah Singkat Pertempuran Surabaya 10 november 1945

Diawali dengan diadakannya pertemuan antara Presiden Sukarno, Wapres Moh. Hatta, Menpen Amir Syarifuddin, Gubernur Soerjo, residen Soedirman dengan Mayjen D.C. Hawthorn, pimpinan tentara Sekutu di Jakarta pada 30 Oktober 1945. Salah satu hasil pertemuan itu adalah dibentuknya Kontak Komisi, yang diharapkan dapat mempermudah hubungan kedua belah pihak juga disetujui agar tembak-menembak antar kedua belah pihak dihentikan. Namun faktanya tembak-menembak terus berlangsung. Sehingga diputuskan agar para anggota Kontak Komisi turun ke lapangan diantaranya dengan mengunjungi daerah Jembatan Merah. Disitu terletak gedung Internatio, yang adalah markas Pasukan Komandan Brigade ke-49 Inggris, yang bertugas di Surabaya.

Sampai di Jembatan merah ternyata gencatan senjata terjadi. Hal ini sebab arek-arek Surabaya sudah menanti anggota Kontak Komisi yang diantaranya adalah Brig. Jend. Mallaby. Tepat sekitar pukul 20.30 mobil yang ditumpangi Brig. Jend. Mallaby meletus dan Mallaby pun tewas. Peristiwa ini tentu saja semakin membuat rakyat Surabaya optimis bahwa mereka akan menang. Namun untuk Sekutu hal ini adalah pukulan luar biasa. Sebab harga diri mereka semakin terinjak-injak. Sehingga melihat hal ini, Mayjen E.C. Mansergh, panglima tentara Sekutu di Jawa Timur pengganti Brig. Jend. Mallaby mengeluarkan sebuah ultimatum pada 9 November 1945 agar pihak Indonesia di Surabaya meletakkan senjata selambat-lambatnya jam 06.00 tanggal 10 November 1945.

Namun Ultimatum itu ditolak oleh bangsa Indonesia. Sehingga pada pukul 06.00 pagi tanggal 10 November 1945 tentara Inggris menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara dengan menggunakan kapal perang, pesawat udara, serta pasukan yang bergerak dari Tanjung Perak menuju tengah kota. Para pejuang Indonesia mengambil siasat mengundurkan diri dari dalam kota Surabaya dan memilih meneruskan perjuangan dari luar kota.

Intulah sederetan kronologis historis yang mengilhami lahirnya Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November. Dari peristiwa ini sesungguhnya banyak makna yang mampu kita petik dan kita tanamakan dalam kehidupan saat ini. Kegigihan perjuangan dan pengorbanan yang tulus adalah sebuah contoh yang mampu kita jadikan referensi untuk kehidupan berbangsa. Ditengah carut-marutnya tatanan negri dan semakin hilangnya semangat perjuangan, kita buka kembali pintu kesadaran tinggi untuk berjuang menata negri dari ke-chaos-an menuju tatanan kosmik yang teratur, tertata, dan terarah. Perjuangan yang tulus ikhlas, tanpa banyak tuntutan dan kepentingan, itulah yang sangat dibutuhkan saat ini. Belajarlah dari para pahlawan kusuma bangsa yang senantiasa tulus dengan segenap jiwa raga membela tanah air. Mereka tidak memandang kepetingan golongan, tidak mengaharapkan imbalan, serta tidak banyak menunutut. Perjuangan mereka semata-mata demi kehormatan bangsa dan demi tetap tegaknya NKRI. Semoga momentum Hari Pahlawan kali ini benar-benar membawa angin segar untuk para penerus bangsa.