Friday, 29 August 2014

Kali ini kita akan membahas tentang Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Indonesia

Materi IPS Kelas 7 : Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Walaupun suatu negara memiliki Sumber daya alam yang berlimpah, belum tentu hal itu dapat memberikan manfaat besar bagi penduduknya jika tidak dikelola dengan baik. Beberapa fakta telah menunjukkan bahwa negara-negara yang kaya sumber daya alamnya masih tertinggal keadaan ekonominya jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang justru sumber daya alamnya terbatas. Sebagai contoh, negara Jepang memiliki luas wilayah dan kekayaan alam yang terbatas, tetapi Jepang menjadi negara maju di dunia, lebih maju dari Indonesia yang memiliki SDA yang melimpah ruah. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara maksimal dengan berbagai upaya.

Secara alamiah, penduduk memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam berbagai bentuk aktivitas sesuai dengan sumber daya alam yang dimilikinya, aktivitas dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat dibagi ke dalam enam aktivitas, yaitu  (1) pertanian, (2) perkebunan, (3) peternakan, (4) perikanan, (5) pertambangan, dan (6) kehutanan.

1.Aktivitas Pertanian

Di Indonesia, aktivitas pertanian merupakan aktivitas utama yang dilakukan oleh sebagian besar penduduknya. Keadaan tanah yang subur dan di dukung iklimnya membuat penduduk Indonesia banyak mencari nafkah pada aktivitas pertanian. Aktivitas pertanian di Indonesia secara umum dapat dibagi atas :

a.Pertanian Lahan Basah
Pertanian lahan basah atau biasa disebut juga pertanian sawah banyak dilakukan oleh petani di Indonesia. Pertanian lahan basah sangat baik jika dikembangkan di dataran rendah yang memiliki ketinggian kurang dari 300 meter. Pada daerah tersebut, Ketersediaan air mencukupi dari sungai-sungai atau saluran irigasi yang berada di sekitarnya. Jenis tanaman yang umumnya dibudidayakan pada lahan ini adalah padi.

b.Pertanian Lahan Kering
Pertanian lahan kering adalah bentuk pertanian yang pengelolaannya mengandalkan air hujan. Sebab itu, pertanian lahan kering dilakukan pada saat musim hujan. Sementara itu, lahan dibiarkan tidak ditanami pada musim kemarau, karena tidak adanya pasokan air. Pertanian ini banyak dikembangkan di daerah yang memiliki ketinggian 500-1.500 meter. Dengan suhu udara yang cukup sejuk. Tanaman yang cocok untuk lahan kering adalah  palawija, sayuran, dan buah-buahan.

2.Aktivitas Perkebunan

Perkebunan adalah aktivitas budi daya tanaman tertentu pada suatu lahan yang relatif luas. Maksud dari tanaman tertentu adalah tanaman semusim dan atau tanaman tahunan yang jenis pengelolaannya ditetapkan sebagai tanaman perkebunan (UU No. 18 Tahun 2004). Perkebunan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Perkebunan besar dikelola oleh perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum. Sementara itu, perkebunan rakyat merupakan perkebunan yang diselenggarakan oleh rakyat. Perkebunan rakyat luas lahannya lebih kecil daripada luas lahan perkebunan besar.

Perkebunan bertujuan untuk menghasilkan komoditas pertanian dalam jumlah besar. Dengan alasan efektifitas, aktivitas perkebunan disertai dengan industri pengolahan hasil perkebunan yang sengaja dibangun di area perkebunan. Komoditas yang dihasilkan biasanya diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum dijual ke konsumen. Komoditas perkebunan yang berkembang di Indonesia di antaranya adalah teh, kopi, cokelat, karet, kelapa, dan kelapa sawit. 

Amatilah daerah penghasil perkebunan di Indonesia dan di daerahmu! Mampukah hasil perkebunan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat? Indonesia sejak dahulu telah dikenal sebagai penghasil berbagai komoditas perkebunan. Kepulauan Indonesia dikenal oleh dunia sebagai daerah penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal ini mengundang banyak pedagang dari berbagai belahan penjuru dunia datang ke Indonesia untuk membeli rempah-rempah Indonesia dan dijual kembali ke daerah asal mereka, termasuklah para pedagang dari negeri Arab, Persia, dan Gujarat. Bangsa Eropa juga pernah datang ke Indonesia dengan tujuan mencari rempah-rempah walaupun melakukan perjalanan yang sangat jauh untuk memperoleh rempah-rempah dari Indonesia. Saat ini Indonesia menjadi penghasil sejumlah komoditas perkebunan, seperti tebu, teh, tembakau, kopi, kelapa sawit, cengkih, kelapa, pala, karet, vanili, lada, dan cokelat.

3. Aktivitas Peternakan

Perhatikan aktivitas peternakan di daerahmu. Hewan ternak apa saja yang dibudidayakan di Indonesia? Budi daya peternakan yang dikembangkan di Indonesia di antaranya sapi, kerbau, kuda, babi. Selain itu, masih banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara mandiri, misalnya ayam, kambing, domba, dan lain-lain.

Di tengah tekanan yang menimpa berbagai sektor industri di Indonesia, sektor peternakan unggas tetap mampu bertahan. Industri peternakan unggas di Indonesia sepanjang 2010 lalu menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Bahkan dalam tahun 2011 saat krisis global yang belum berlalu dan saat  terjadi penurunan daya beli yang lalu mendorong substitusi pangan ke produk unggas, industri perunggasan masih mampu bertahan. Produk unggas yang tetap bertahan di tengah krisis adalah telur, yang termasuk sebagai protein hewani yang harganya relative lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapi.

Walaupun demikian bukan berarti tidak ada masalah yang dihadapi industri  perunggasan penghasil telur. Berdasarkan pada masalah peternak ayam dalam menghadapi ketidakstabilan harga telur yang berlangsung sejak beberapa tahun lalu, kita melihat ada tiga penyebabnya yang perlu dicermati untuk memecahkan masalah itu. Masalah pertama adalah di beberapa waktu tertentu terjadinya kelebihan pasokan yang tidak diimbangi penyerapan pasar yang jelas, sebaliknya diwaktu yang lain pasokan telur berkurang sehingga harga telur naik. Kedua, rendahnya daya beli masyarakat Indonesia yang mengakibatkan kurangnya daya serap dan penigkatan produksi pada produk peternakan ini. Dan ketiga, terdesaknya pasar telur segar oleh telur olahan impor dalam bentuk tepung telur yang akhir-akhir ini banyak dimanfaatkan industri makanan dan perhotelan sebab lebih praktis dan daya tahannya lebih lama. Apabila ketidakstabilan harga telur tidak cepat diantisipasi dengan menempuh langkah-langkah yang terencana dan dilakukan secara bersama, maka akan sulit untuk peternak untuk mempertahankan usaha yang sudah mereka geluti selama ini.

4. Aktivitas Perikanan

Pemanfaatan Sumber Daya Alam di IndonesiaIndonesia memiliki Sumber daya perairan yang sangat berlimpah. Curah hujan yang cukup tinggi membuat banyak wilayah yang memiliki sungai, danau, dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah dimanfaatkan oleh penduduk untuk aktivitas perikanan. Tentu saja sumber daya alam perikanan yang jauh lebih besar adalah sumber daya alam yang ada di laut. Luas laut yang sangat besar atau dua per tiga dari luas wilayah Indonesia, menyimpan berbagai kekayaan alam, khususnya ikan. Tidak salah jika pemerintah Indonesia dibawah kepresidenan bapak Jokowi berkeinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sudah sejak lama aktivitas pemanfaatan sumber daya laut dilakukan oleh para nelayan. Mereka menemukan lokasi-lokasi yang banyak ikannya dengan bermodalkan pengetahuan dan pengalamannya. Namun, karena perahu yang dimiliki masih sederhana dan ukurannya relatif kecil, umumnya mereka mencari ikan di tempat yang tidak terlampau jauh dari pantai dan hasilnya tidak terlampau banyak. Selain itu, banyak di antara para nelayan yang tidak memiliki perahu sendiri atau menyewa pada pemilik perahu. Akibat hal tersebut kondisi sosial ekonomi nelayan di Indonesia tergolong masih rendah.

5.Aktivitas Pertambangan

Sebelumnya, kita sudah membahas tentang jenis-jenis barang tambang penting yang ada di Indonesia. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang aktivitas pertambangan, baik yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan maupun  secara perorangan oleh rakyat.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Indonesia
Perusahaan pertambangan dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan swasta dari luar Indonesia yang juga ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan perjanjian tertentu dan sistem bagi hasil dengan pemeritah Indonesia.

Minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik skala besar seperti PLN, maupun untuk rumah tangga, industri, kendaraan bermotor. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri. produksi minyak bumi dan gas alam Indonesia juga diekspor ke berbagai negara lain.

6.Aktivitas Kehutanan

Sumber daya alam hutan merupakan sumber daya alam yang juga sangat berlimpah di Indonesia. Hutan dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan ataupun sebagai sumber tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan selanjutnya dilakukan secara intensif dengan mengambil secara besar-besaran sumber daya yang ada di dalamnya.

Salah satu permasalahan pada sektor kehutanan adalah kurang terbukanya informasi tentang aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada sektor ini. Membuka informasi ini enggan dilakukan perusahaan-perusahaan di sektor kehutanan. Keengganan ini lalu berakibat pada tertutupnya informasi dari pihak lembaga verifikasi dan lembaga penilai. Tentu saja kondisi ini sangat memprihatinkan untuk upaya pelestarian hutan di Indonesia. Bagaimana mungkin aktivitas penebangan hutan dapat diawasi dengan baik jika data dan informasi penting yang terkait dengan aktivitas usaha kehutanan tidak dapat diakses oleh publik.

Thursday, 28 August 2014

Kali ini kita akan membahas tentang Peran Dunia Internasional dalam Meredakan Konflik Indonesia-Belanda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Peran Dunia Internasional dalam Meredakan Konflik Indonesia-Belanda

Peran Dunia Internasional dalam Meredakan/Mengatasi Konflik Indonesia-Belanda

Peran Dunia Internasional dalam Meredakan Konflik Indonesia-Belanda
Australia menjadi wakil Indonesia dalam Komisi
Tiga Negara.
Konflik Indonesia vs. Belanda ternyata mendapat perhatian dari dunia internasional. Berikut ini merupakan peran dunia internasional dalam meredakan dan mengatasi konflik Indonesia vs. Belanda.

a. Australia

Pada awalnya, Australia membantu Belanda dalam upayanya menduduki wilayah-wilayah Indonesia. Pada saat tentara Belanda masih lemah, Sekutu menyerahkan kewewenangan atas wilayah Kalimantan dan kepulauan di bagian timur Indonesia kepada negara Australia. Pada perte gahan tahun 1946, tepatnyapada tanggal 13 Juli 1946 Australia ”menyerahkan” seluruh wilayah Indonesia bagian timur kepada Belanda secara resmi.

Meskipun pada awalnya Australia berada di pihak Belanda, tetapi dengan berjalannya waktu, Australia memberi dukungan kepada Indonesia. Bersama dengan Belgia dan Amerika Serikat, Australia menjadi wakil Indonesia dalam perundingan RI dan Belanda melalui Komisi Tiga Negara (KTN).

 b. Inggris

Setelah kurang lebih 2 minggu sejak Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, tepatnya tanggal 1 September 1945,  mantan Wakil Gubernur Jenderal di Hindia Belanda yang bernama Dr. Hubertus Johannes van Mook bersama mantan Gubernur Jenderal wilayah Timur yang bernama Dr. Charles Olke van der Plas menemui Mountbatten di Sri Lanka. Mereka berdua mendesak Inggris untuk melaksanakan persetujuan Civil Affairs Agreement (CAA). Mountbatten akhirnya mengeluarkan perintah yang menyatakan dengan jelas maksud pemerintah Inggris untuk mengembalikan koloni Indonesia kepada pemerintah Belanda dan mempertahankan status quo yang ada sebelum invasi Jepang. Perintah tersebut dikeluarkan pada tanggal tertanggal 2 September 1945. Meskipun pada awalnya Inggris membantu Belanda, tetapi dalam perjalanannya, akhirnya Inggris bersikap netral. Inggris juga memberi andil dalam upaya perdamaian Indonesia-Belanda. Inggris sebagai wakil Sekutu di Indonesia berhasil mempertemukan Indonesia dan Belanda dalam Perundingan Linggajati (Selengkapnya bisa dibaca pada artikel ini).

c. Negara-Negara Arab


Beberapa negara Arab juga berperan dalam meredakan konflik antara Indonesia-Belanda. Mohammad Abdul Maunin (Konsul Jenderal Mesir di Bombay), datang ke Yogyakarta pada tanggal 14 Maret 1947 dengan pesawat khusus. Beliau menyampaikan keputusan Liga Arab yang berisi pengakuan atas kemerdekaan RI. Selanjutnya, secara berturut-turut pengakuan kemerdekaan RI diperoleh dari Mesir, Lebanon, Siria, dan Afganistan, juga dari Arab Saudi dan Irak.

d. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

PBB sebagai badan perserikatan seluruh bangsa di dunia memiliki andil besar dalam usaha mengatasi konflik berkepanjangan Indonesia-Belanda. PBB membentuk Komisi Jasa Baik yang berangotakan Australia, Belgia, dan Amerika Serikat. Komisi Jasa Baik berunding di atas kapal Renville pada tanggal 8 Desember 1947 sampai 19 Januari 1948. PBB kembali menunjukkan perannya ketika Belanda melakukan Agresi Militernya yang kedua. Pada tanggal 28 Januari 1949, PBB mengeluarkan Resolusi Dewan Keamanan untuk mendesak Belanda agar mengakhiri operasi militernya di Indonesia serta membebaskan presiden dan wakil presiden yang ditawan Belanda.

Atas peranan PBB pula, Indonesia akhirnya memperoleh pengakuan kedaulatan yang menandai berakhirnya revolusi bersenjata dan pertikaian antara Indonesia-Belanda. Belanda juga pada akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia Secara de jure, meskipun masih dalam bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).

Wednesday, 27 August 2014

Kali ini kita akan membahas tentang Penyebab Konflik Indonesia Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Penyebab Konflik Indonesia Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan

Materi IPS Kelas 9 : Penyebab Konflik Indonesia Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan

Penyebab Konflik Indonesia Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan
Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia
Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, tapi Belanda tidak mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia. Belanda tetap berusaha untuk mempertahankan kekuasaannya di Indonesia. Walaupun proklamasi kemerdekaan telah diproklamirkan oleh dwitunggal Soekarno dan Muhammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, namun bangsa Belanda masih juga ingin tetap menjajah Indonesia kembali, hal ini  menimbulkan konflik.

Kemerdekaan yang telah berhasil direbut dengan darah dan nyawa tentu saja dipertahankan melalui berbagai cara. Perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan RI dilaksanakan baik melalui perjuangan fisik maupun dengan cara diplomasi. Akibatnya, terjadilah kembali konflik Indonesia-Belanda pada awal kemerdekaan. Terjadinya konflik Indonesia-Belanda antara lain disebabkan oleh faktor-faktor berikut.

a. Keinginan Belanda untuk Berkuasa Kembali di Indonesia

Setelah Jepang menyatakan menyerah kepada pasukan Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945, Belanda langsung bersiap-siap untuk kembali menguasai  bekas jajahannya. Ini menjadi salah satu penyebab konflik Indonesia Belanda setelah proklamasi kemerdekaan. Sebenarnya Belanda tidak memiliki hap apapun lagi atas wilayah Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda telah menandatangani dokumen Pada tanggal 9 Maret 1942 di Kalijati, yang menyatakan bahwa mereka menyerah tanpa syarat kepada bala tentara Jepang. Di atas sepotong kertas, Belanda telah ”menyerahkan” seluruh wilayah Hindia Belanda (Indonesia) kepada Pemerintah Jepang.

b. Adanya Dukungan Tentara Sekutu terhadap Belanda

Atas nama sekutu, Belanda dan Inggris menanda tangani Civil Affairs Agreement (CAA) pada tanggal 24 Agustus 1945 yang isinya tertuang dalam ”Nota tanggal 24 Agustus 1945”. Butir yang paling penting dalam perjanjian ini adalah penyerahan wilayah Indonesia yang telah ”dibersihkan” dari tentara Jepang. Penyerahan wilayah ini dilakukan oleh Inggris kepada Belanda lewat Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Hal ini merupakan salah satu penyulut dan menjadi penyebab konflik Indonesia Belanda setelah proklamasi kemerdekaan

Pasukan Sekutu mendarat di Indonesia pada tanggal 29 September 1945. Pasukan tersebut bertugas melucuti tentara Jepang sekaligus menerima penyerahan kekuasaan dari tangan bangsa Jepang. Tugas ini dilakukan oleh komando pertahanan Sekutu di Asia Tenggara yang dipimpin oleh Lord Lous Mountbatten. Untuk melaksanakan tugas itu, Lord Lous Mountbatten membentuk satuan komando khusus yang bernama Allied Forces Netherland East Indies (AFNEI). AFNEI dipimpinan  Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Pada mulanya kedatangan Sekutu disambut baik oleh bangsa Indonesia. Akan tetapi, bangsa Indonesia pun mulai melakukan perlawanan setelah mengetahui bahwa ternyata kedatangan Sekutu diboncengi oleh NICA (Netherland Indies Civil Administration).

Pada awalnya, Kedatangan Sekutu tersebut disambut dengan sikap netral oleh bangsa Indonesia. Tetapi setelah tahu ternyata Sekutu membawa NICA, sikap masyarakat Indonesia pun berubah menjadi curiga karena NICA merupakan pegawai sipil dari pemerintah Hindia Belanda yang dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan sipil Indonesia. Sambutan dengan tembakan selamat datang diberikan oleh para pemuda Indonesia. Kemudian situasi menjadi semakin memburuk sejak Belanda melalui NICA mempersenjatai kembali para tentara KNIL yang baru saja dibebaskan dari tawanan Jepang.

Melihat kondisi yang semakin memburuk itu, maka pada tanggal 1 Oktober 1945, Panglima AFNEI menyatakan pengakuan atas Republik Indonesia secara de facto. Dengan sikap tersebut, pasukan AFNEI kemudian diterima dengan baik oleh para pejabat RI di daerah-daerah guna membantu memperlancar tugas-tugas AFNEI di Indonesia.

Tapi pada kenyataannya, di daerah-daerah Indonesia yang dikunjungi pasukan Sekutu selalu saja terjadi insiden pertempuran dengan pihak RI. Hal itu dikarenakan Sekutu tidak pernah bersungguh-sungguh berniat menghormati kedaulatan RI. Pihak Sekutu kewalahan dengan perlawanan Indonesia di berbagai daerah, mereka kemudian menuduh pemerintah RI tidak mampu menjaga keamanan dan ketertiban hingga terorisme merajalela. Belanda yang bertujuan mengembalikan kekuasaannya di Indonesia berupaya memanfaatkan situasi tersebut dengan cara memberi dukungan kepada pihak Sekutu. Laksamana Helfrich sebagai Panglima Angkatan Perang Belanda memerintahkan pasukannya untuk membantu Sekutu.

c. Keinginan Bangsa Indonesia untuk Mempertahankan Kemerdekaan
Penyebab Konflik Indonesia Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 1945 para pemimpin bangsa Indonesia yang diwakili sang dwi tunggal menyatakan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 18 Agustus 1945 Ir. Soekarno dipilih sebagai presiden didampingi Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden. Mereka berdua kemudian membentuk kabinet untuk melaksanakan roda pemerintaha Republik Indonesia. Selain itu, Juga ditunjuk gubernur-gubernur yang mengepalai beberapa provinsi. Dengan demikian, 3 syarat pembentukan suatu negara telah terpenuhi di Indonesia, yaitu adanya wilayah, penduduk, dan pemerintahan. Oleh sebab itu, seluruh elemen bangsa Indonesia berusaha mempertahankan negara Indonesia yang telah berdiri dengan sah. Hal tersebut menjadi penyebab konflik Indonesia Belanda setelah proklamasi kemerdekaan dari sisi bangsa Indonesia