Friday, 3 October 2014

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Perang Jerman Vs Rusia pada Perang Dunai II. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sejarah Perang Jerman Vs Rusia pada Perang Dunai II

Perang Jerman Rusia (Juni 1941 Desember 1944)

Sejarah Perang Jerman Vs Rusia
Jerman menyerbu Rusia tanpa menghiraukan perjanjian nonagresi pada tanggal 22 Juni 1941. Pasukan Jerman melakukan serangan kilat sehingga dapat memukul mundur pasukan Rusia sehingga jauh ke timur. Peristiwa tersebut terjadi diantara bulan Juni-November tahun 1941, medan pertempuran di Front Timur tersebut membentang dari utara kota Riga (Latvia) sampai selatan kota Sevastopol (Semenanjung Krim). Rusia yang kewalahan dan mundur ke timur kemudian minta bantuan dari Inggris dan Amerika Serikat.

Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat menandatangani Protokol Moskow pada tanggal 1 Oktober 1941. Perjanjian itu berisi kesepahaman bahwa Inggris dan Amerika Serikat akan memberi bantuan berupa suplai kebutuhan-kebutuhan pokok kepada Negara Rusia selama 9 bulan. Disamping itu, Amerika akan memberikan kredit kepada Rusia, Kredit tersebut dalam rangka Lend and Lease Bill sejumlah 1 Miliar dolar Amerika.

Setahun berikutnya, yaitu di tahun 1942, pasukan Jerman dan sekutunya terus merengsek maju lebih jauh ke pedalaman Rusia. Hasilnya, daerah yang dikuasai Jerman meluas hingga membentang dari utara Leningrad, Stalingrad sampai ke selatan di wilayah pegunungan Kaukasus. Walaupun demikian, Rusia tidak mau menyerah, Rusia mengadakan pakta militer dengan Inggris untuk jangka waktu 20 tahun pada tanggal 26 Mei 1943. Dengan bantuan Sekutu-sekutunya dan melaksanakan taktik bumi hangus, lajunya serangan pasukan Jerman berhasil diahan oleh Rusia. Pada tahun 1943, Rusia mulai mengadakan serangan balasan kepada pasukan Jerman secara besar-besaran.

Serangan balasan dari Rusia telah mulai dijalankan sejak akhir 1942 di selatan Stalingrad. Akan tetapi, belum berdampak besar. Baru diawal tahun 1943, Serangan balasan di bagian selatan dan utara secara serempak dilancarkan oleh Rusia. Rusia berhasil memukul mundur sebanyak 22 divisi pasukan Jerman di bagian selatan dalam serangan tersebut. Di kedua medan ini, tentara Jerman yang tewas hingga bulan Maret 1943 mencapai 1/2 juta orang dan ratusan orang lainnya ditawan oleh Rusia.

Semangat juang pasukan Rusia bangkit karena kemenangan di kedua front ini. Semangat mereka semakin membara setelah Inggris dan Amerika mengirim bantuan pesawat tempur sebanyak 4.100 dan 138.000 motor dari berbagai jenis. Ditambah bantuan itu, gerak maju pasukan Rusia ke barat pun tak mungkin dibendung lagi. Dengan adanya bantuan Amerika dan Inggris itu, Rusia segera melancarkan serangan lebih dahsyat dan lebih jauh lagi. Dengan dukungan sebanyak 275 divisi pasukan, Rusia terus maju menyerang dan memukul mundur pasukan Jerman. Akhirnya pasukan Rusia berhasil maju sampai di sepanjang Sungai Dnieper dan dapat menguasai kembali kota Kiev Pada akhir tahun 1943.

Tidak hanya sampai disitu, di tahun 1944, pasukan Rusia terus melakukan serangan dan semakin tak terbendung lagi oleh Jerman. Satu per satu kota dapat direbut kembali. Bahkan, Rumania pun menyerah kepada Rusia pada tanggal 24 Agustus 1944 dan Bulgaria menyerah pada tanggal 20 Oktober 1944. Setelah itu, Rusia terus mengirimkan pasukannya untuk melancarkan serangan sampai memasuki jantung wilayah Jerman dan dari arah timur menggempur kota Berlin.

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Perang Jerman Vs Inggris pada Perang Dunia II. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Sejarah Perang Jerman Vs Inggris pada Perang Dunia II

Perhatian Jerman di Front Barat beralih ke Inggris sejak jatuhnya Perancis. Dengan mengerahkan pasukan dari angkatan laut dan udaranya, Jerman berusaha menahan perlawanan Inggris. Sejak pertengahan bulan Agustus 1940, Jerman mengerahkan 1.000 pesawat tempur setiap hari untuk membombardir kota-kota di Inggris baik siang maupun malam. Hal itu menyebabkan banyaknya pusat industri di Inggris yang hancur. Dalam serangan itu, banyak penduduk yang menjadi korban, ribuan penduduk di kota London tewas atau terluka.

Inggris kemudian minta bantuan dari Amerika Serikat. Pada tanggal 2 September 1940, Inggris menandatangani kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat bersedia mengirimkan 50 kapal destroyer, pesawat, dan kapal selam untuk membantu Inggris. Sebagai imbalannya, Inggris menyewakan New Foundland, Jamaica, Bermuda, Bahama, St. Lucia, Antigua, dan Trinidad selama 99 tahun kepada Amerika Serikat. Daerah-daerah itu disewakan untuk dijadikan pangkalan AU dan AL Amerika Serikat.

Pasukan Inggris kembali bersemangat dan akhirnya dapat mengimbangi kekuatan tempur Jerman dengan bantuan Amerika Serikat ini. Angkatan udara Jerman pun menjadi frustasi karena tidak berhasil menembus pertahanan Inggris dalam menangkis serangan-serangan pasukan Hitler ini. Karena itu, kerja sama militer yang melibatkan poros Roma-Berlin-Tokyo semakin dipererat dengan ditandatanganinya MOU militer antara Negara Jerman, Italia, dan Jepang. Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 27 September 1940.

Akibat pertempuran tersebut, Inggris menjadi semakin tergantung kepada negara Amerika Serikat dalam berbagai hal, baik untuk memenuhi kebutuhan bahan mentah dan makanan, sampai kepada senjata maupun industrinya. Inggris semakin mudah memperoleh pinjaman dari Amerika, juga dari Rusia. Hal ini dikarenakan Amerika mengeluarkan Undang-Undang Pinjam Sewa (Lend and Lease Bill) di tahun 1941, tepatnya pada tanggal 11 Maret 1941. Selain itu, Amerika juga mengeluarkan Undang-Undang Cash and Carry, dengan UU itu, pihak Sekutu diperbolehkan untuk membeli segala kebutuhan perang dari Amerika dengan cara membayar kontan dan mengangkutnya sendiri. Selain itu, Amerika berhak membekukan semua kemilikan Jerman, Italia, dan Jepang di Amerika berdasar Undang-Undang Cash and Carry.

Dengan perjanjian, kebijakan, dan peristiwa tersebut, Inggris dapat menahan gempuran dari serangan pasukan Hitler yang siang malam tak henti menggempurnya.

Thursday, 2 October 2014

Kali ini kita akan membahas tentang Penyerbuan Jerman ke Norwegia dan Denmark. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Penyerbuan Jerman ke Norwegia dan Denmark

Penyerbuan Jerman ke negara Norwegia dan Denmark terjadi pada tahun 1940. Jerman melancarkan serangan laut dan udara ke wilayah Norwegia pada tanggal 9 April 1940. Dalam waktu yang sangat singkat, pasukan Jerman telah berhasil menaklukkan dan menduduki Oslo, Bergen, Trondheim, Stavagar, dan Narvik.

Pasukan Norwegia saat itu dibantu oleh 2 negara sahabatnya yaitu Inggris dan Perancis, mereka sempat memberikan perlawanan yang sengit kepada Jerman yang menyerang dengan alat-alat tempur canggih untuk ukuran pada masa itu. Akan tetapi akhirnya Norwegia terpaksa menyerah kepada Jerman, hal itu terjadi pada pada tanggal 30 April 1940.

Pemerintahnya kemudian melarikan diri ke kota London di negara Inggris untuk melanjutkan perlawanan dari pengasingan. Sementara itu, dalam waktu yang sama, Jerman juga mengerahkan pasukannya untuk menyerbu Denmark. Jerman yang saat itu memiliki pasukan dan peralatan tempur yang canggih juga dengan mudahnya menaklukkan Denmark.