Sunday, 27 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Tahap-tahap dalam Siklus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Tahap-tahap dalam Siklus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau yang lebih singkat dengan APBN. APBN mempunyai 5 siklus yaitu :
  1. Tahap penyusunan dan penetapanPerencanaan dan penganggaran APBN.
  2. Tahap Penetapan/Persetujuan APBN
  3. Tahap Pelaksanaan APBN
  4. Tahap Pelaporan dan Pencatatan APBN
  5. Tahap Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban APBN
Tahap-tahap dalam Siklus APBN

Adapun penjelasan kelima tahap-tahap dari siklus APBN itu adalah :

Perencanaan dan penganggaran APBN


Tahapan ini dilakukan pada tahun sebelum anggaran itu dilaksanakan (APBN t-1) misal untuk APBN 2014 dilakukan pada tahun 2013 yang meliputi dua kegiatan yaitu, perencanaan dan penganggaran. Tahap perencanaan dimulai dari:
  • penyusunan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional
  • Kementerian Negara/Lembaga (K/L) melaksanakan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun berjalan, menyusun rencana inisiatif baru dan indikasi kebutuhan anggaran
  • Kementerian Perencanaan dan Kementerian Keuangan mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan yang sedang berjalan dan mengkaji usulan inisiatif baru berdasar prioritas pembangunan serta analisa pemenuhan kelayakan dan efisiensi indikasi 
kebutuhan dananya
  • Pagu indikatif dan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah ditetapkan;
  • K/L menyusun rencana kerja (Renja);
  • Pertemuan tiga pihak (trilateral meeting) dilaksanakan antara K/L, Kementerian Perencanaan, dan Kementerian Keuangan;
  • Rancangan awal RKP disempurnakan;
  • RKP dibahas dalam pembicaraan pendahuluan antara Pemerintah dengan DPR; (9) RKP ditetapkan.

Tahap penganggaran dimulai dari:
  • penyusunan kapasitas fiskal yang menjadi bahan penetapan pagu indikatif;
  • penetapan pagu indikatif (3) penetapan pagu anggaran K/L;
  • penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L (RKA-K/L);
  • penelaahan RKA-K/L sebagai bahan penyusunan nota keuangan dan rancangan undang-undang mengenai APBN;
  • penyampaian Nota Keuangan, Rancangan APBN, dan Rancangan UU mengenai APBN kepada DPR.

Penetapan/Persetujuan APBN

Kegiatan penetapan/persetujuan ini dilakukan pada APBN t-1, sekitar bulan Oktober-Desember. Kegiatan dalam tahap ini berupa pembahasan Rancangan APBN dan Rancangan Undang-undang APBN serta penetapannya oleh DPR. Selanjutnya berdasar persetujuan DPR, Rancangan UU APBN ditetapkan menjadi UU APBN. Penetapan UU APBN ini diikuti dengan penetapan Keppres tentang rincian APBN sebagai lampiran UU APBN dimaksud.

Pelaksanaan APBN

Jika tahapan kegiatan ke-1 dan ke-2 dilaksanakan pada APBN t-1, kegiatan pelaksanaan APBN dilaksanakan mulai 1 Januari - 31 Desember pada tahun berjalan (APBN t). Dengan kata lain, pelaksanaan tahun anggaran 2014 akan dilaksanakan mulai 1 Januari 2014 - 31 Desember 2014.Kegiatan pelaksanaan APBN dilakukan pemerintah dalam hal ini kementerian/lembaga (K/L). K/L mengusulkan konsep Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) berdasar Keppres tentang rincian APBN dan menyampaikannya ke Kementerian Keuangan untuk disahkan. DIPA adalah perangkat untuk melakukan APBN. Berdasarkan DIPA inilah para pengelola anggaran K/L (Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran, dan Pembantu Pengguna Anggaran) melakukan berbagai macam kegiatan sesuai tugas dan fungsi instansinya.

Pelaporan dan Pencatatan APBN

Tahap pelaporan dan pencatatan APBN dilaksanakan bersamaan dengan tahap pelaksanaan APBN, 1 Januari-31 Desember. Laporan keuangan pemerintah dihasilkan melalui proses akuntansi, dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan pemerintah yang terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, dan Laporan Arus Kas, serta notulen atas laporan keuangan.

Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban APBN

Tahap terakhir siklus APBN adalah tahap pemeriksanaan dan pertanggungjawaban yang dilaksanakan setelah tahap pelaksanaan berakhir (APBN t+1), sekitar bulan Januari - Juli. Contoh, jika APBN dilaksanakan tahun 2013, tahap pemeriksaan dan pertanggungjawabannya dilakukan pada tahun 2014. Pemeriksaan ini dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Untuk pertanggungjawaban pengelolaan dan pelaksanaan APBN secara keseluruhan selama satu tahun anggaran, Presiden menyampaikan rancangan undang-undang mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang sudah diperiksa BPK, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Sumber : id.wikipedia.org

Saturday, 19 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan berpenampakan alam sangat bervariasi yang didiami oleh bermacam-macam masyarakat yang sangat majemuk, hal itu menimbulkan akibat bervariasinya kegiatan ekonomi masyarakat di Indonesia. Definisi atau Pengertian kegiatan ekonomi itu sendiri adalah suatu kegiatan yang dilakukan manusia untuk mendapat barang ataupun jasa tertentu sesuai dengan kebutuhannya. Kegiatan ekonomi juga dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk mencapai kesejahteraan dalam hidupnya. Selain itu, kegiatan ekonomi juga dapat diartikan sebagai cara untuk mendapatkan atau mencapai tujuan. Dalam hal ini barang dan jasa. Jadi, dapat dikatakan bahwa kegiatan ekonomi memiliki tujuan untuk kemakmuran hidup individu. Dalam bahasan ini yang dimaksud dengan individu adalah individu masyarakat Indonesia.

Berikut ini bentuk kegiatan ekonomi masyarakat di beberapa bidang:

1. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Pertanian

Hasil usaha pertanian adalah usaha yang menghasilkan bahan pangan. Indonesia disebut sebagai negara agraris sebab sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Upaya untuk meningkatkan hasil pertanian dilakukan dengan cara intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi.

  • Intensifikasi  ialah upaya untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa memperluas lahan pertanian yang sudah ada. Upaya intensifikasi dilakukan dengan cara penggunaan pupuk, bibit unggul, pengairan, pemeliharaan, dan penyuluhan. Intensifikasi lebih dikenal dengan nama pancausaha tani.
  • Ekstensifikasi adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan pertanian.
  • Diversifikasi adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan pertanian. Contoh diversifikasi pertanian adalah sistem tumpang sari yaitu menanam beberapa jenis tanaman secara bersamaan pada lahan yang sama.
  • Rehabilitasi adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbarui cara-cara pertanian yang ada atau mengganti tanaman tidak produktif lagi. Misalnya memperbaiki sawah tadah hujan menjadi sawah irigasi, mengganti tanamannya sudah tua dengan tanaman baru, dan mengganti tanaman yang tidak menguntungkan dengan tanaman yang lebih menguntungkan.

2. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Perdagangan

Perdagangan adalah suatu kegiatan ekonomi yang bergerak dalam penyediaan dan distribusi barang yang dibutuhkan oleh masyarakat dan sektor industri melalui mekanisme pasar atau operasi khusus untuk barang-barang kebutuhan masyarakat. Perdagangan adalah faktor penting yang merangsang pertumbuhan ekonomi. Peranan perdagangan disuatu daerah sangatlah penting, baik itu perdagangan domestik atau perdagangan antar Negara (perdagangan internasional.

Dalam perekonomian terlihat bahwa para pelaku ekonomi perdagangan melaksanakan dua bentuk kegiatan perdagangan, yaitu perdagangan besar dan perdagangan eceran. Perdagangan besar meliputi unit usaha yang melaksanakan kegiatan pengumpulan dan penjualan kembali barang-barang baru dan bekas oleh pedagang dari tangan produsen atau importir (loco gudang atau importir) kepada pedagang eceran, perusahaan, lembaga dan profesional atau pedagang besar lainnya, tanpa merubah bentuk barang itu. Dalam perdagangan besar termasuk didalamnya pemberian jasa kepada perseorangan atau kelompok orang seperti reparasi mobil ataupun motor.

Sedangkan perdagangan eceran adalah kegiatan perdagangan yang ada pada biasanya melayani konsumen perseorangan atau rumahtangga tanpa merubah bentuk barang yang dijual, baik barang baru atau barang bekas. Selain itu, dalam kegiatan perdagangan eceran tercakup pula kegiatan menyewakan barang-barang konsumsi, terutama untuk melayani keperluan rumah tangga atau perseorangan.

Menurut tempat usahanya, pedagang dibedakan menjadi sebagai berikut.

  • Pedagang tetap, yaitu pedagang yang mempunyai tempat yang tetap, misalnya berdagang di pasar, ruko (rumah toko), toko, warung atau mal/supermaket.
  • Pedagang asongan, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berdagang dengan cara berkeliling.
  • Pedagang kaki lima, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berpindah pindah tempatnya. Contohnya, pedagang di pinggir jalan raya atau trotoar.

Berdasarkan jumlah barangnya, perdagangan ada 3, yaitu

  • Perdagangan besar: kegiatan jual beli barang dalam jumlah besar yang dilakukan perusahaan-perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri
  • Perdagangan sedang/menengah : kegiatan jual beli barang dengan jumlah yang tidak begitu banyak.
  • Perdagangan kecil: kegiatan perdagangan, dilakukan para pedagang kecil dengan modal dan jumlah barang sedikit

Selain perdangan antar pedagang dalam satu negara, ada juga perdagangan antar negara. Kegiatan perdagangan antarnegara disebut ekspor-impor. Ekspor adalah usaha mengirim dan menjual barang keluar negeri.  Impor adalah usaha memasukkan dan membeli barang dari luar negeri.

Kegiatan Ekonomi penduduk Indonesia

3. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Perkebunan

Perkebunan adalah usaha penanaman lahan dengan tanaman-tanaman keras. Ada dua macam perkebunan, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang dikelola oleh rakyat. Perkebunan besar biasanya dikelola oleh pemerintah atau perusahaan perkebunan.

Tanaman perkebunan dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu :

a. Perkebunan musiman atau berumur pendek, contohnya:
Perkebunan tebu,
Perkebunan tembakau,
Perkebunan rosela.

b. Perkebunan tanaman tahunan atau berumur panjang atau tahunan, contoh:
Perkebunan teh,
Perkebunan kopi,
Perkebunan cengkeh,
Perkebunan lada,
Perkebunan karet,
Perkebunan kelapa,
Perkebunan kelapa sawit.

4. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Peternakan

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan satwa ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan itu. Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang sudah dikombinasikan secara optimal.

Usaha peternakan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu:
  • Peternakan satwa besar adalah peternakan sapi, kerbau, dan kuda.
  • Peternakan satwa kecil adalah peternakan kambing, domba, kelinci, dan babi.
  • Peternakan unggas adalah peternakan ayam, itik, entok, dan burung.

5. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Perikanan

Perikanan adalah kegiatan membudidayakan ikan. Usaha perikanan merupakan usaha menangkap ikan baik dari laut maupun dari sungai dan danau. Sebagian besar wilayah Indonesia berupa perairan, maka bangsa Indonesia mempunyai hasil laut yang banyak.

Usaha perikanan dibedakan menjadi perikanan darat dan perikanan laut.

1) Perikanan darat adalah usaha memelihara dan menangkap ikan di perairan darat. Perikanan darat meliputi perikanan air tawar dan perikanan air payau.

Perikanan air tawar diusahakan di sungai, danau, rawa, dan waduk.
Perikanan air payau diusahakan di tambak-tambak yang terdapat di tepi pantai.

2) Perikanan air laut adalah usaha menangkap ikan di pantai atau di laut dan pembudidayaan ikan laut dalam tambak-tambak.

Selain ikan, laut juga menghasilkan mutiara, udang, rumput laut, dan garam. Ekspor hasil laut Indonesia yang terkenal adalah udang.

6. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Kehutanan


Hasil-hasil hutan, antara lain kayu, rotan, damar, dan kemenyan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar hutan tidak rusak adalah mencegah penebangan liar dan mengadakan reboisasi atau peremajaan hutan. Daerah penghasil kayu hutan adalah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Pengelolaan hutan dipahami sebagai penerapan metode bisnis dan prinsip kehutanan untuk pengurusan hutan (Davis, 1987). Kegiatan pengelolaan hutan meliputi penanaman, pemeliharaan, pemanenan hasil, pengolahan hasil, dan pemasaran hasil. Penerapan metode bisnis dimaksudkan untuk mendapat keuntungan ekonomi, dan prinsip kehutanan mendasari bahwa pemanfaatan hasil hutan didasarkan pada prinsip kelestarian hutan secara ekonomi dan ekologi.

Hutan Produksi adalah areal hutan yang dipertahankan sebagai kawasan hutan dan berfungsi untuk menghasilkan hasil hutan untuk kepentingan konsumsi masyarakat, industri dan eksport. Hutan ini biasanya letaknya di dalam batas-batas suatu HPH (memiliki izin HPH) dan dikelola untuk menghasilkan kayu. Dengan pengelolaan baik, tingkat penebangan diimbangi dengan penanaman dan pertumbuhan ulang sehingga hutan terus menghasilkan kayu secara lestari. Secara praktis, hutan-hutan di kawasan HPH sering dibalak secara berlebihan dan kadang ditebang habis.
Hutan di Indonesia mempunyai tumbuhan yang beraneka ragam, terutama yang berbentuk pohon. Secara keseluruhan, di Indonesia terdapat + 40.000 jenis tumbuhan, 25.000 – 30.000jenis di antaranya adalah tanaman berbunga, yang adalah 10 % dari seluruh tanaman berbunga di dunia. Kekayaan hutan yang melimpah ruah itu meberikan manfaat kepada penduduk Indonesiaatau bangsa lain.

Beberapa contoh hasil hutan kayu adalah : Kayu Agathis (Agathis alba), Kayu Bakau atau Mangrove (Rhizophora mucronata), Kayu Bangkirai (Hopea mengerawan), Kayu Benuang (Octomeles sumatrana), Kayu Duabanga (Duabanga moluccana), Kayu Jelutung (Dyera costulata), Kayu Kapur (Dryobalanops fusca), Kayu Kruing (Dipterocarpus indicus), Kayu Meranti (Shorea sp), Kayu Nyatoh (Palaquium javense), Kayu Ramjin (Gonystylus bancanus), Kayu Jati (Tectona grandis), Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri), Kayu Sengon (Albizzia chinensis) dan lain sebagainya.

Beberapa contoh Hasil Hutan Non kayu adalah : Rotan, Damar, Kapur Barus, Kemenyan, Gambir, Kopal, Kulit pohon Bakau, Gondorukem, Terpentin, Bambu, Sutra Alam, Minyak Kayu Putih, dan Madu.


7. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Industri


Berdasarkan besar kecilnya usaha yang dilakukan industri dibagi menjadi 3 yaitu industri rumah tangga, industri kecil, industri sedang, dan industri besar.

Industri adalah usaha pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi dengan menggunakan fasilitas dan peralatan. Industri dapat digolongkan menjadi :

  1. Industri rumah tangga (home industrial) : industri yang diusahakan oleh keluarga(tenaga kerja 1 – 4 orang) dengan modal kecil dan peralatan sederhana. Hasil industri : tahu, kecap, kerupuk, makanan kecil.
  2. Industri kecil : industri dengan karyawan antara 5 sampai 19 dengan modal agak besar. Hasil industri : bahan pakaian, sepatu, dan makanan.
  3. Industri sedang : industri yang menggunakan modal cukup besar, peralatan agak modern, jumlah pekerja 20 sampai 99 orang. Hasil industri : mebel, konveksi, dll.
  4. Industri besar : industri menggunakan modal besar, mesin- mesin modern, pekerja lebih dari 100, pembagian kerja profesional. Hasil industri : besi baja, pulp, textil, dll

8. Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia di Bidang Pelayanan Jasa Pariwisata

Industri jasa adalah kegiatan ekonomi yang dengan cara memberikan pelayanan jasa. Contohnya, jasa transportasi seperti angkutan bus, kereta api, penerbangan, pariwisata, dan pelayaran.

Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk perusahaan objek tamasya serta usaha-usaha yang terkait di bidang itu. Manfaatnya, menambah pemasukan devisa negara dan kesejahteraan masyarakat, terbuka lapangan kerja, semakin dikenal kebudayaan daerah, ikut melestarikan keseimbangan lingkungan hidup, terpeliharanya kelestarian lingkungan budaya.

Contoh usaha di bidang jasa pariwisata yaitu:

  • Usaha kawasan pariwisata
  • Usaha angkutan untuk kebutuhan kegiatan pariwisata
  • Usaja jasa perjalanan wisata. Biro perjalanan tamasya adalah usaha penyediaan jasa perencanaan perjalanan dan/atau jasa pelayanan dan penyelenggaraan pariwisata, termasuk penyelenggara perjalanan ibadah. Agen perjalanan wisata, adalah usaha jasa pemesanan sarana, seperti pemesanan tiket dan pemesanan akomodasi serta peugurusan dokumen perjalanan
  • Usaha jasa peramuwisata (guide), yaitu usaha penyediaan dan/atau pengoordinasian tenaga pemandu tamasya untuk memenuhi kebutuhan perjalanan wisatawan.

Tanya Jawab seputar Kegiatan Ekonomi Masyarakat Indonesia

Apa saja 10 jenis usaha atau kegiatan ekonomi?

Jawaban : Pertanian, perikanan, peternakan, industri manufaktur, pertambangan, konstruksi, perdagangan, transportasi, jasa keuangan, dan jasa pendidikan.

Kegiatan ekonomi ada 3 apa saja?

Jawaban : Produksi, distribusi, dan konsumsi.

Apa saja 5 kegiatan ekonomi?

Jawaban : Pertanian, perikanan, industri, perdagangan, dan jasa.

Apa saja termasuk contoh kegiatan ekonomi?

Jawaban : Mengolah padi menjadi beras, menjual produk di pasar, membangun rumah, mengajar di sekolah, dan mengobati pasien di rumah sakit.

Apa saja contoh usaha ekonomi?

Jawaban : Toko kelontong, restoran, salon kecantikan, bengkel, dan usaha percetakan.

Apa saja kegiatan ekonomi ada 3 Sebutkan dan berikan contohnya?

Jawaban : Produksi (membuat sepatu), distribusi (mengangkut barang ke toko), dan konsumsi (membeli dan menggunakan sepatu).

Apa saja jenis jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia Sebutkan 5?

Jawaban : Pertanian, perkebunan, perikanan, industri manufaktur, dan sektor jasa.

Apa saja 4 kegiatan ekonomi?

Jawaban : Pertanian, perdagangan, transportasi, dan jasa pendidikan.

Apa saja 4 macam motif ekonomi?

Jawaban : Motif keuntungan, motif prestasi, motif keamanan, dan motif sosial.

Ada berapakah jenis aktivitas ekonomi di Indonesia sebutkan?

Jawaban : Ada banyak jenis aktivitas ekonomi, beberapa di antaranya meliputi pertanian, perikanan, industri, perdagangan, dan jasa.

Apa saja kegiatan ekonomi masyarakat di pedesaan?

Jawaban : Pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kerajinan tangan.

Apa saja kegiatan ekonomi masyarakat di perkotaan?

Jawaban : Industri manufaktur, perdagangan, jasa, transportasi, dan konstruksi.

Apa saja contoh kegiatan konsumsi?

Jawaban : Makan di restoran, membeli pakaian, menggunakan listrik, dan menonton film di bioskop.

Apa saja kegiatan ekonomi yang dikelola sendiri?

Jawaban : Usaha kecil, warung, bengkel rumahan, dan jasa les privat.

Tuliskan 3 jenis usaha apa saja yang ada di sekitarmu?

Jawaban : Warung makan, toko kelontong, dan salon kecantikan.

Bidang ekonomi ada berapa?

Jawaban : Bidang ekonomi sangat luas dan meliputi berbagai sektor, seperti pertanian, industri, perdagangan, jasa, dan banyak lagi.

Sebutkan apa saja kegiatan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan sehari hari?

Jawaban : Membeli bahan makanan di pasar, bekerja untuk memperoleh penghasilan, menggunakan transportasi umum, dan membayar tagihan listrik atau air.

Sunday, 13 November 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Kelangkaan Sumber Daya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kelangkaan Sumber Daya

Kebutuhan manusia yang tidak terbatas, beraneka ragam, dan berlangsung terus-menerus membutuhkan perangkat pemuas kebutuhan. Alat pemuas kebutuhan itu berupa barang dan jasa. Untuk menghasilkan barang-barang pemuas kebutuhan, manusia memerlukan sumber daya. Sumber daya dalam ilmu ekonomi terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal.

Manusia sebagai Pelaku Ekonomi Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang bisa di- manfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang berasal dari alam. Contohnya bermacam-macam jenis satwa dan tumbuhan, barang tambang, air, dan tanah. Sumber daya alam dapat digolongkan menurut beberapa kriteria tertentu. Penggolongan sumberdaya alam itu adalah seperti berikut.

a. Berdasarkan sifat, sumber daya alam dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resource), yaitu sumber daya alam yang keberadaannya masih dapat dipertahankan keberadaannya melalui pembaruan atau perkembangbiakan. Contohnya tanaman pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan. Namun, untuk pembaruan dan pengembangbiakan, manusia membutuhkan pengorbanan.
  2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources), yaitu sumber daya alam saat habis digunakan tidak dapat diusahakan lagi keberadaannya. Hal ini sebab proses pembentukannya mem- butuhkan waktu geologi yang berjuta-juta tahun lamanya. Misalnya, barang-barang tambang.
  3. Sumber daya alam lestari (lasting resources), yaitu sumber daya alam walaupun dipakai secara terus-menerus, keberadaannya akan tetap ada atau awet, meskipun kualitas dari sumber daya alam itu menurun. Contohnya air, udara, panas bumi, dan sinar matahari.

b. Berdasarkan potensinya, sumber daya alam diklasifikasikan menjadi berikut ini.
  1. Sumber daya alam materi, yaitu sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisik, seperti batu, emas, kayu, besi, dan serat kapas.
  2. Sumber daya alam energi, yaitu sumber daya alam yang dimanfaatkan sebagai sumber energi, misalnya angin, air, batubara, minyak bumi, dan gas alam.
  3. Sumber daya alam ruang, yaitu sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup seperti area tanah, perairan, dan udara.

Sumber daya manusia juga disebut sumber tenaga kerja. Sumber daya manusia ini tidak kalah pentingnya dengan sumber daya alam. Tanpa adanya sumber daya manusia, maka sumber daya alam tak akan dapat dikelola dengan baik.

Di Indonesia, manusia yang digolongkan sebagai tenaga kerja ialah yang berumur 15-65 tahun. Sebab pada umur itu mereka mampu bekerja menghasilkan barang dan jasa.

Sumber daya yang ketiga ialah modal. Modal dapat berupa uang dan barang. Modal yang berupa barang misalnya bangunan tempat usaha, lahan pertanian, perangkat kantor, dan mesin-mesin produksi. Modal didapatkan melalui pengorbanan. Oleh sebab itu, modal disebut sebagai sumber daya yang terbatas pula.

Karena sifat bermacam-macam sumber daya yang terbatas itu, maka tidak setiap kebutuhan akan mendapatkan perangkat pemuasnya dengan mudah, bahkan terkadang tidak mendapatkan perangkat pemuasnya sama sekali. Hal itu terjadi sebab alat pemuas kebutuhan jumlahnya sedikit dan sukar didapat. Alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya sedikit dan sukar didapat disebut langka (scarcity).

Alat pemuas kebutuhan jumlahnya sedikit dan terbatas disebabkan oleh beberapa hal. Selain jumlah dan sifatnya terbatas, ada berbagai hal lain yang menyebabkannya. Beberapa penyebab kelangkaan barang dan jasa sebagai perangkat pemuas kebutuhan yang dimaksud adalah sebagai berikut.
  1. Sukar memperolehnya, contohnya tenaga ahli yang sangat dibutuhkan dalam bermacam-macam bidang jumlahnya sedikit.
  2. Barang atau jasa itu sangat banyak yang membutuhkan, contohnya minyak bumi banyak dibutuhkan kegiatan industri dan transportasi, tetapi jumlahnya terbatas dan semakin lama semakin habis.
  3. Letak geografis atau tempat, contohnya buah kurma hanya tumbuh di Arab Saudi atau rempah-rempah banyak terdapat di Indonesia.

Sumber : IPS Terpadu - SMP Kelas VIII