Thursday, 26 July 2018

Kali ini kita akan membahas tentang Letak Astronomis, Geografis dan Geologis Jawa Barat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Letak Astronomis, Geografis dan Geologis Jawa Barat

Letak Astronomis Provinsi Jawa Barat

Letak astronomis suatu provinsi adalah letak tempat atau wilayah provinsi tersebut berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Garis lintang adalah garis khayal yang melintang melingkari bumi, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Selatan. Letak astronomis Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut :
Bujur 104 ° 48 ' BT s.d 108 ° 48 ' BT
Lintang 5 ° 50 ' LS s.d 7 ° 50 ' LS

Letak Geografis Provinsi Jawa Barat

Letak geografis Jawa Barat di sebelah Barat berbatasan dengan Selat Sunda, sebelah Utara dengan Laut Jawa dan daerah Khusus Ibukota Jakarta, sebelah Timur berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah dan sebelah Selatan dibatasi oleh Samudera Indonesia.

Keadaan topografi Jawa Barat sangat beragam, disebelah utaranya terdiri dari dataran rendah, sebelah tengah dataran tinggi bergunung-gunung dan disebelah selatan terdiri dari daerah berbukit-bukit dengan sedikit pantai. Luas wilayah Provinsi Jawa Barat Barat pada tahun 2008 adalah 34.816,96 Km2, terdiri atas 16 kabupaten dan 9 kota.
Secara administrasi batas-batas Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut :
Utara : Laut Jawa
Timur : Jawa Tengah
Selatan : Samudra Hindia
Barat : DKI Jakarta dan Provinsi Banten

Letak Geologis Provinsi Jawa Barat

Letak geologis Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan ibukota negara Indonesia, DKI Jakarta, menjadikan Jawa Barat memiliki potensi yang strategis bagi pengembangan pariwisata. Selain merupakan pintu gerbang utama Indonesia, DKI Jakarta juga merupakan sumber pasar wisatawan. Disamping itu, keragaman daya tarik wisata yang dimiliki kabupaten/kota di Jawa Barat memberikan alternatif pilihan berwisata yang lebih bervariasi bagi wisatawan. Karakter alam yang berada di daerah gunung berapi. Sebagai bagian dari Gunung (kuno) Sunda, tanah di kawasan ini banyak mengandung unsur vulkanik.

Provinsi Jawa Barat dengan luas 3,7 juta hektar- terbagi menjadi sekitar 60 % daerah bergunung dengan ketinggian antara 500–3.079 meter dpl dan 40 % daerah dataran yang memiliki variasi tinggi antara 0–500 meter dari permukaan laut . Wilayah pegunungan umumnya menempati bagian tengah dan selatan Jawa Barat. Pada bagian tengah dapat ditemukan gunung-gunung berapi aktif seperti Gunung. Salak (2.211 m), Gede-Pangrango (3.019 m) , Ciremai (3.078 m) dan Tangkuban Perahu (2.076) berpadu dengan deretan pegunungan yang sudah tidak aktif seperti Gunung Halimun (1.744 m), Gn. Ciparabakti (1.525 m) dan Gn. Cakrabuana (1.721 m). Demikian pula halnya di wilayah selatan, gunung-gunung berapi masih umum dijumpai seperti Gunung Galunggung (2.168 m), Papandayan (2.622 m), dan Guntur (2.249 m)

Kali ini kita akan membahas tentang Letak Astronomis Suatu Negara. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Letak Astronomis Suatu Negara

Sebelum kita mempelajari tentang letak astronomis suatu negara, mari kita simak dulu apa yang dimaksud dengan negara ?
Negara merupakan kumpulan orang-orang yang menempati wilayah tertentu secara bersama dan diatur secara organisasi oleh pemerintah negara yang sah dan memiliki kedaulatan. Syarat utama yang harus dimiliki oleh sebuah negara adalah rakyat, wilayah, dan pemerintahan yang berdaulat. Lalu ada berapa banyak negara di dunia ini ? Menurut PBB, di dunia ini ada 195 negara, banyak sekali bukan?
Setiap negara pasti memiliki wilayah, dan tentunya memiliki letak yang berbeda-beda di muka bumi ini, letak masing-masing negara dapat ditandai dengan letak astronomis.

Pengertian Letak Astronomis Suatu Negara

Letak astronomis suatu negara adalah letak tempat atau wilayah negara tersebut berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Garis lintang adalah garis khayal yang melintang melingkari bumi, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Selatan.

Contohnya untuk letak astronomis Indonesia : Secara astronomis, Indonesia terletak antara 95o BT (Pulau Benggala) - 141o BT (Sungai Torasi) dan 6o LU (Pulau Rondo) - 11o LS (Pulau Dana). Dengan letak astronomis tersebut, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis. Wilayah tropis dibatasi oleh lintang 23,5o LU dan 23,5o LS. Agar lebih jelas, coba perhatikanlah batas wilayah tropis (bagian yang diarsir) dan letak astronomis Indonesia pada gambar peta berikut ini. Dari gambar tersebut, terlihat jelas bahwa seluruh wilayah Indonesia terletak di wilayah tropis.

Letak Wilayah dan Pengaruhnya bagi Keadaan Alam Indonesia
Indonesia terletak di daerah tropis

Beberapa fakta dari letak astronomis Indonesia:
1) Wilayah Indonesia terletak di sekitar khatulistiwa atau secara keseluruhan terletak di daerah lintasan timur dan berada di daerah tropis. Indonesia mempunyai panjang bujur 46° (sama dengan 118 kelili bumi) dan lebar lintang 17°. Garis lintang dipergunakan untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari. Berdasarkan letak lintang, Indonesia beriklim tropis dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki curah hujan tinggi. 
  • Memiliki hujan hutan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. 
  • Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun. 
  • Banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi. 

2) Wilayah Indonesia dibagi dalam tiga daerah waktu, dengan selisih waktu masing-masing 1 jam. Ketiga daerah waktu tersebut antara lain:

  • Waktu Indonesia Barat (WIB), meliputi daerah Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pusat meridiannya adalah 105° BT dan selisih waktu 7 jam lebih awal dari Greenwich Mean Time (GMT). 
  • Waktu Indonesia Tengah (WITA), meliputi Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia Tengah memiliki selisih waktu 8 jam lebih awal dari GMT. 
  • Waktu Indonesia Timur (WIT), meliputi Kepualuan Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia bagian timur memiliki selisih waktu 9 jam lebih awal dari GMT. 
Bagaimana jika sebuah negara memiliki wilayah yang terpisah? Contohnya Malaysia, Secara astronomi, letak Malaysia berada diantara 1°LU - 7° LU dan 100° BT - 119° BT. Namun karena terletak di dua wilayah yang berbeda, letak astronomisnya juga dipisahkan. Wilayah Malaysia Timur terletak di Pulau Kalimantan berada pada garis 1°LU - 7°LU serta 100°41’BT - 119°BT.
Untuk wilayah Malaysia Barat terletak di posisi 1°LU - 7°LU dan 100°BT - 104°02’ BT.

Kita harus bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa karena tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Sinar matahari selalu ada sepanjang tahun dan suhu udara tidak ekstrim (tidak jauh berbeda antarmusim) sehingga masih cukup nyaman untuk melakukan berbagai kegiatan baik di dalam atau di luar rumah. Lama siang dan malam juga hampir sama, yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam. Bandingkan dengan negara-negara yang terletak di lintang tinggi. Pada musim panas di daerah tersebut, lama siang jauh lebih lama dibandingkan dengan malam. Sebaliknya, pada musim dingin, lama siang lebih pendek.

Keadaan suhu di daerah tropis berbeda dengan suhu di negara-negara yang terletak pada lintang sedang dengan empat musim, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur. Pada musim dingin, udara sangat dingin sampai mencapai puluhan derajat di bawah 0o (nol) celsius sehingga diperlukan penghangat ruangan. Jalanan tertutup salju sehingga kendaraan tidak bebas berlalu lalang. Pada saat itu, banyak penduduk melakukan kegiatannya di dalam ruangan, baik di rumah maupun di kantor. Sebagian dari mereka pergi berwisata ke daerah yang lebih hangat, terutama di daerah tropis.

Pada saat musim panas, keadaan sebaliknya dapat terjadi. Pada saat itu, udara sangat panas, bahkan suhu udara dapat melampaui 40oC. Akibatnya, diperlukan pendingin ruangan agar tetap nyaman. Tentu saja kegiatan di luar ruangan sangat tidak nyaman karena suhu udara terlalu tinggi. Untuk menghindari udara panas, sebagian penduduk ada yang berenang di kolam renang atau di pantai.

Monday, 23 July 2018

Kali ini kita akan membahas tentang Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini . Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini


Kondisi Ekonomi Indonesia Dari Masa ke Masa 

Kondisi ekonomi indonesia dari waktu ke waktu terus berubah, penggunaan uang yang berupa koin emas dan koin perak sudah dikenal di masa pra kolonialisme, namun pemakaian uang baru mulai dikenal di masa kerajaan-kerajaan Islam. Namun penggunaan uang masih terbatas, karena perdagangan barter banyak berlangsung dalam system perdagangan Internasional. Era selanjutnya diwarnai oleh Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Sistem Ekonomi Era endudukan Jepang menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan perang). Konsekuensinya tugas rakyat beserta semua kekayaan dikorbankan untuk kepentingan perang. Hal ini jelas amat menyengsarakan rakyat baik fisik maupun material.

Pada masa orde lama, meskipun pada awal perkembangan perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi pancasila, ekonomi Demokrasi, dan ‘mungkin campuran’, namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, pernah juga memberi corak  perekonomian di tahun 1960-an sampai dengan pada masa orde baru.

Selama masa pemerintah orde baru, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. Kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Contohnya, jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Rupiah jatuh, inflasi meningkat tajam, dan perpindahan modal dipercepat. Para demonstran,
yang awalnya dipimpin para mahasiswa, meminta pengunduran diri Soeharto. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas, Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden, B. J. Habibie, untuk menjadi presiden ketiga Indonesia.

Setelah orde baru tumbang, pada masa reformasi kebijakan-kebijakan ekonomi di Indonesia terus berubah semenjak presiden BJ Habibie sampai presiden Jokowi.

Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini

Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini (Tahun 2018)

Menurut Sri Mulyani, Perekonomian Indonesia pada kuartal I (Januari-Maret) 2018 tercatat mengalami pertumbuhan positif di berbagai aspek, dari penerimaan perpajakan dalam realisasi APBN hingga surplus neraca perdagangan. Dari dua indikator itu, nampak perekonomian pada kuartal I mulai menggeliat yang akan disambut dengan berbagai kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, neraca perdagangan Maret surplus 1,09 miliar dollar AS. Neraca perdagangan surplus setelah tiga bulan sebelumnya, dari Desember 2017 hingga Januari dan Februari 2018 mengalami defisit secara berturut-turut. Total nilai ekspor Maret tercatat sebesar 15,58 miliar dollar AS atau naik 10,24 persen dibanding Februari.

Sementara nilai impor Maret mencapai 14,49 miliar dollar AS atau naik 2,13 persen dibanding Februari. Neraca perdagangan Januari-Maret 2018 juga mengalami surplus sebesar 0,28 miliar dollar AS. Meski begitu, dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year on year) Januari-Maret 2017 yang surplus 4,08 miliar dollar AS, surplus neraca perdagangan kuartal I 2018 masih lebih rendah.
Beralih ke indikator berikutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan penerimaan perpajakan kuartal I 2018 sebesar Rp 262,4 triliun atau tumbuh 10,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Poin penerimaan perpajakan terdiri atas dua hal, yakni penerimaan pajak dan penerimaan bea dan cukai. "Untuk penerimaan pajaknya, sebesar Rp 244,5 triliun dan tumbuh 9,9 persen dibanding kuartal I 2017. Bila tanpa memperhitungkan tax amnesty, pertumbuhan penerimaan pajaknya mencapai 16,21 persen," tutur Sri Mulyani. Nilai pertumbuhan pajak 9,9 persen turut memperhitungkan penerimaan uang tebusan dari program tax amnesty yang masih berlangsung hingga Maret 2017 senilai Rp 12 triliun.

Pertumbuhan penerimaan pajak kuartal I 2018 disebut Sri Mulyani sebagai yang tertinggi sejak 2015 silam. Adapun untuk penerimaan bea dan cukai tercatat sebesar Rp 17,9 triliun, setara dengan 9,2 persen dari target APBN 2018. Penerimaan bea dan cukai mengalami pertumbuhan 15,8 persen dibanding kuartal I 2017. Indikasi pertumbuhan positif turut diperlihatkan melalui realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 71,1 triliun atau memenuhi 25,8 persen dari target APBN 2018. PNBP kuartal I 2018 tumbuh 22,2 persen dibanding tahun lalu.

Penerimaan perpajakan menunjukkan suatu perkembangan yang cukup menggembirakan dan denyut ekonomi kita mulai menunjukkan kenaikan dari PPh Pasal 21 yang tumbuh 15,73 persen, tertinggi sejak 2013. Ini tanda ada kenaikan gaji maupun orang kerja secara tetap.

sumber : https://ekonomi.kompas.com